IHSG anjlok dan pasar saham bergerak fluktuatif membuat banyak investor mulai lebih berhati-hati melihat portofolionya. Namun, di tengah tekanan pasar, tidak semua portofolio memberikan respons yang sama. Kualitas saham, valuasi, hingga strategi yang digunakan Manajer Investasi dapat menjadi faktor pembeda dalam menjaga ketahanan kinerja.
Salah satu pendekatan yang digunakan adalah Growth at Reasonable Price (GARP), yaitu mencari saham dengan potensi pertumbuhan yang baik namun tetap berada pada valuasi yang dianggap wajar. Strategi ini menjadi salah satu karakteristik Reksa Dana Cipta Andalan Ekuitas, yang dikelola oleh Ciptadana Asset Management.
Melalui AYOULAS Eps.04: Strategi RDS Hadapi Badai IHSG!, Ayovest bersama Ciptadana Asset Management membahas bagaimana melihat peluang di tengah koreksi pasar, strategi di balik pemilihan saham, isi portofolio Cipta Andalan Ekuitas, hingga bagaimana kinerjanya dibandingkan dengan pergerakan IHSG.
Di tengah pasar yang bergejolak, apakah rahasia yang terletak pada saham pilihan Cipta Andalan Ekuitas, valuasi, serta strategi pengelolaan portofolionya?

Saksikan AYOULAS Eps.04: Strategi RDS Hadapi Badai IHSG!
Narasumber: Jason Satri Armus — Head of Marketing Communication, Ciptadana Asset Management
DISCLAIMER: INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. SEBELUM MEMUTUSKAN BERINVESTASI, CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS. KINERJA MASA LALU TIDAK MENJAMIN/ MENCERMINKAN INDIKASI KINERJA DI MASA YANG AKAN DATANG.
Reksa dana merupakan produk Pasar Modal dan bukan produk yang diterbitkan oleh Agen Penjual Efek Reksa Dana. PT Generasi Paham Investasi selaku Agen Penjual Efek Reksa Dana tidak bertanggung jawab atas tuntutan dan risiko pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Investor wajib membaca dan memahami Laporan Kinerja Reksa Dana (Fund Fact Sheet) dan Prospektus dari produk yang diterbitkan oleh Manajer Investasi untuk kebutuhan informasi dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran atau rekomendasi untuk membeli atau permintaan untuk menjual. Kinerja masa lalu tidak serta merta menjadi petunjuk untuk kinerja di masa mendatang, dan bukan juga merupakan perkiraan yang dibuat untuk memberikan indikasi mengenai kinerja atau kecenderungannya di masa mendatang.
Penulis: Rifa Hanum Anindiarti
Editor: Cendry Sudirman (berlisensi Wakil Manajer Investasi (WMI))









