Key Takeaways
Global
- Data tenaga kerja AS melemah. Payrolls September +29 ribu (konsensus sekitar 84–90 ribu), pengangguran naik ke 4,2%, dan Agustus direvisi ke +133 ribu. Peluang kenaikan Fed Funds Rate pada rapat 28 Oktober turun dari 64–70% ke kisaran 12–18%. Yield UST 2 tahun turun 7 bps ke 4,716% dan 10 tahun turun 6 bps ke 5,176%. Yahoo Finance mencatat yield 10 tahun kembali ke sekitar 5,28% pada sesi yang sama.
- Yield AS di level tertinggi dalam puluhan tahun. Imbal hasil pada obligasi Treasury AS 10 tahun melanjutkan kenaikannya menjadi 5,52% pada hari Jumat setelah turun sebanyak 8bps lebih awal dalam sesi, karena laporan pekerjaan yang lebih lemah dari yang diharapkan hanya memberikan sedikit kelegaan sementara bagi pasar obligasi
- Komoditas dan dolar. Brent futures US$102,25 (-1,98% sepekan, +4,30% sejak awal Oktober) dan WTI US$91,26 (-1,24% sepekan). Indeks dolar (DXY) naik 0,95% sepekan ke 101,93. Emas turun 3,45% ke US$4.172,1, perak turun 6,31%, nikel turun 5,14%, aluminium turun 5,61%, dan tembaga turun 2,76%. Batu bara Newcastle naik 2,13%.
- Eropa tertekan inflasi dan obligasi. Inflasi zona euro (flash September) 3,8%, di atas perkiraan. ECB menaikkan suku bunga pada 10 September (deposit rate 2,50%, main refinancing rate 2,65%) dan bertemu lagi 29 Oktober. Pada Kamis indeks perbankan Euro Stoxx turun 3,90% dan yield gilt 30 tahun menyentuh 6%.
- Asia terbelah. Nikkei 225 +2,93% ke 68.309,46; Shanghai -1,19% ke 3.842,19*; Hang Seng -2,19% ke 23.972,29.
- Pergerakan bursa global Dow Jones -1,26% ke 51.176,96; S&P 500 -0,27% ke 7.722,72; Nasdaq +0,45% ke 27.190,86 Nikkei 225 +2,93% ke 68.309,46; Shanghai -1,19% ke 3.842,19*; Hang Seng -2,19% ke 23.972,29 Euro Stoxx 50 -0,97% ke 6.241,75; DAX -0,70% ke 25.231,20; CAC 40 -2,24% ke 7.897,19; FTSE 100 -2,18% ke 10.461,95
Domestik
- IHSG turun 3,28% ke 6.036,89 dari 6.241,89. Kisaran pekan ini 5.973,16–6.227,90. Kapitalisasi pasar turun 2,55% ke Rp10.627 triliun (US$594 miliar). Rata-rata nilai transaksi harian naik 5,40% ke Rp12,63 triliun, sedangkan frekuensi turun 7,54%. Sejak awal tahun IHSG turun 30,18%. PER 12,41x dan PBV 1,61x. Ini penurunan mingguan lebih dari 3% untuk kedua kalinya berturut-turut.
- Pelemahan luas, terberat di teknologi. Indeks sektor teknologi turun 12,45%, bahan baku 5,29%, konsumer siklikal 4,82%, dan infrastruktur 4,31%. Sektor energi paling ringan (-0,99%) dan keuangan turun 1,56%. IHSG tergolong salah satu yang terlemah di ASEAN (hanya PSEi yang lebih dalam, -3,38%). Penekan terbesar adalah GOTO (-40,0%, -36,71 poin), AMMN (-10,17%), TLKM (-6,64%), BBCA (-2,40%), dan BBRI (-2,22%), sedangkan DSSA (+8,06%) dan UNTR (+7,33%) menahan penurunan. Banyak saham yang pekan lalu di Rp50 turun ke Rp24–33 bersamaan dengan penyesuaian batas harga dan Auto Rejection BEI. Cakupan pasar: sekitar 559 saham turun, 224 naik, dan 180 tidak berubah.
- Investor asing net sell Rp5,04 triliun (US$281 juta), naik dari Rp3,16 triliun pekan lalu. Pembelian asing Rp23,13 triliun melawan penjualan Rp28,17 triliun, dan porsi asing 41% dari transaksi (pekan lalu 34%). Akumulasi jual bersih sepanjang 2026 menurut BEI mencapai Rp82,55 triliun.
- Rupiah dan SBN. USD/IDR di Rp17.873 (-0,50% harian, -0,07% sepekan, tetapi rupiah masih melemah sekitar 7,2% sejak awal tahun). JISDOR Rp17.898. BI Rate 5,75%. Yield efektif INDOBeX Government 7,05% dan indeks obligasi pemerintah PGBI turun 0,37% sepekan. Lelang SUN 29 September menyerap Rp28,8 triliun dari penawaran Rp42,87 triliun. Yield SUN 10 tahun berada di kisaran 7,12–7,15% pada akhir September.
- Data BPS. Inflasi September 0,30% mtm, 3,28% yoy, dan inflasi inti 2,84% yoy, didorong komponen harga bergejolak (cabai, ayam, beras). Neraca perdagangan Agustus surplus US$3,55 miliar (ekspor US$26,61 miliar naik 6,72% yoy, impor US$23,06 miliar naik 19,09% yoy), setelah surplus tipis US$121,9 juta pada Juli.
- Reshuffle kabinet ke-7. Sebanyak 18 pejabat dilantik, termasuk dua Wakil Menteri Keuangan baru. Menteri Keuangan Suahasil Nazara sudah menjabat sejak 14 September. Pasardana mencatat respons pasar saham cukup volatil dan tidak lepas dari faktor global.
Sentimen Global
Tema pekan ini adalah rantai energi, inflasi, dan suku bunga. Ketegangan AS–Iran menjaga harga minyak sekitar US$100, dan energi yang mahal ikut menaikkan inflasi (zona euro 3,8%). Inflasi yang bandel membuat bank sentral condong mengetat: The Fed menaikkan bunga pada September dan ECB pada awal bulan itu. Pasar obligasi menuntut imbal hasil lebih tinggi, terlihat dari UST 10 tahun di atas 5,3% dan gilt 30 tahun di 6%.
Yield tinggi menekan saham lewat dua jalur: biaya pendanaan naik, dan nilai sekarang dari laba masa depan turun. Itu sebabnya saham Eropa dan Hong Kong tertekan (CAC 40 -2,24%, FTSE 100 -2,18%, Hang Seng -2,19%). Dolar yang menguat (DXY +0,95%) ikut menekan emas dan logam industri. Penguatan Nasdaq dan Nikkei terpusat pada saham AI dan semikonduktor, bukan pada pasar secara luas.
Jumat memberi jeda: data tenaga kerja AS jauh di bawah perkiraan sehingga peluang kenaikan bunga Oktober menyusut, meski yield sempat naik lagi dalam sesi yang sama. Satu data belum cukup untuk menyimpulkan perubahan arah. Pasar akan mencermati risalah FOMC, data inflasi, perkembangan AS–Iran, dan rapat The Fed (28 Oktober) serta ECB (29 Oktober).
SENTIMEN DOMESTIK
Penurunan IHSG sejalan dengan tekanan global. Yield UST yang tinggi mempersempit selisih imbal hasil SBN terhadap obligasi AS, dan investor asing menjual saham senilai Rp5,04 triliun dalam pekan ini setelah Rp3,16 triliun pekan sebelumnya. Arus keluar ini ikut menekan rupiah mendekati Rp18.000, meski kurs sempat pulih pada Jumat saat dolar dan yield AS melemah. Tekanan juga terkonsentrasi: satu saham teknologi menyumbang sekitar 18% dari total penurunan poin IHSG, sehingga sektor teknologi turun 12,45% dan menarik indeks lebih dalam dibanding mayoritas sektor lain.
Faktor domestik menambah kehati-hatian. Inflasi 3,28% yoy masih di dalam kisaran sasaran BI (1,5–3,5% menurut Trading Economics) tetapi terdorong harga pangan, dan impor Agustus tumbuh 19,09% yoy sehingga surplus dagang berpotensi menyempit bila berlanjut. BI Rate bertahan 5,75% setelah kenaikan 100 bps sejak awal tahun (data ADB). Dua pergantian di tim ekonomi dalam dua pekan, yakni Menteri Keuangan pada 14 September dan reshuffle pada 1 Oktober, membuat pasar menunggu arah koordinasi kebijakan fiskal. Kami menyajikan fakta ini tanpa penilaian politik.
Faktor yang paling menentukan bagi IHSG dan rupiah dalam waktu dekat adalah arah yield global, harga minyak, dan arus modal asing. Pasar juga menunggu kejelasan MSCI.
Capital & Fund Performance


Ayovest’s Wrap
Dua pekan berturut-turut IHSG turun lebih dari 3%, dan pasar global bergerak sangat sensitif terhadap satu data ekonomi. Wajar jika angka di layar terasa menakutkan. Namun fluktuasi jangka pendek bukan hal baru, dan pergerakan satu atau dua pekan sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar keputusan. Kinerja yang sudah lewat, naik maupun turun, tidak menjadi indikasi hasil di kemudian hari.
Tiga hal tetap menjadi pegangan. Pertama, kesesuaian profil risiko: seberapa besar penurunan nilai investasi yang masih nyaman Anda tanggung tanpa mengganggu kebutuhan sehari-hari. Kedua, horizon investasi: dana untuk tujuan dua tahun lagi sebaiknya diperlakukan berbeda dari dana untuk tujuan sepuluh tahun lagi. Ketiga, diversifikasi: data kategori di atas menunjukkan instrumen pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham bergerak berbeda dalam pekan yang sama, dan masing-masing memiliki risikonya sendiri.
Baca prospektus dan ringkasan informasi produk sebelum berinvestasi. Reksa dana bukan produk bank dan tidak dijamin oleh bank maupun LPS. Bila membutuhkan rekomendasi yang disesuaikan dengan kondisi pribadi, konsultasikan dengan penasihat investasi berizin. Ayovest sebagai APERD menyampaikan informasi ini untuk edukasi, bukan sebagai saran atau ajakan membeli atau menjual produk tertentu.
DISCLAIMER: INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. SEBELUM MEMUTUSKAN BERINVESTASI, CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS. KINERJA MASA LALU TIDAK MENJAMIN/ MENCERMINKAN INDIKASI KINERJA DI MASA YANG AKAN DATANG.
Reksa dana merupakan produk Pasar Modal dan bukan produk yang diterbitkan oleh Agen Penjual Efek Reksa Dana. PT Generasi Paham Investasi selaku Agen Penjual Efek Reksa Dana tidak bertanggung jawab atas tuntutan dan risiko pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Investor wajib membaca dan memahami Fund Fact Sheet dan Prospektus dari produk yang diterbitkan oleh Manajer Investasi untuk kebutuhan informasi dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran atau rekomendasi untuk membeli atau permintaan untuk menjual. Kinerja masa lalu tidak serta merta menjadi petunjuk untuk kinerja di masa mendatang, dan bukan juga merupakan perkiraan yang dibuat untuk memberikan indikasi mengenai kinerja atau kecenderungannya di masa mendatang.
Glosarium
IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan yang mengukur pergerakan seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pekan ini, IHSG ditutup di level 6.036,89.
Kapitalisasi Pasar
Nilai total seluruh saham yang beredar di pasar, dihitung dari harga saham dikalikan jumlah saham beredar. Pekan ini, kapitalisasi pasar turun 2,55% menjadi Rp10.627 triliun.
Net Sell Asing
Kondisi ketika nilai penjualan saham oleh investor asing lebih besar dibandingkan nilai pembeliannya. Pekan ini, net sell asing tercatat Rp5,04 triliun, meningkat dari Rp3,16 triliun pada pekan sebelumnya.
Penggerak Indeks (Index Movers)
Saham-saham yang memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan atau penurunan indeks. Besarnya pengaruh ditentukan oleh bobot saham dalam indeks dan perubahan harganya.
Auto Rejection
Batas maksimum kenaikan atau penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan. Order dengan harga di luar batas tersebut akan ditolak secara otomatis oleh sistem perdagangan. BEI mengumumkan penyesuaian aturan ini pada pekan ini.
Short Selling dan IDSS
Short selling adalah transaksi menjual saham yang dipinjam dengan harapan dapat membelinya kembali pada harga yang lebih rendah. Intraday Short Selling (IDSS) merupakan transaksi short selling yang diselesaikan pada hari perdagangan yang sama.
PER dan PBV
Price to Earnings Ratio (PER) membandingkan harga saham dengan laba per saham, sedangkan Price to Book Value (PBV) membandingkan harga saham dengan nilai buku perusahaan. Pasar saat ini berada pada PER 12,41x dan PBV 1,61x. Kedua rasio ini merupakan indikator valuasi dan tidak secara otomatis menunjukkan bahwa pasar murah atau mahal.
MSCI dan Freeze
MSCI merupakan penyedia indeks global yang banyak digunakan investor institusi sebagai acuan investasi. Freeze berarti perubahan atau pembaruan tertentu pada komposisi indeks dibekukan sementara. Kabar mengenai Indonesia dalam review November masih perlu diverifikasi lebih lanjut.
VIX
Indeks yang mengukur ekspektasi volatilitas pasar saham Amerika Serikat dan sering disebut sebagai fear index. Semakin tinggi VIX, semakin besar gejolak pasar yang diperkirakan investor. Pekan ini, VIX ditutup di level 15,31.
Golden Week dan Stock Connect
Golden Week merupakan periode libur panjang di China pada 1–7 Oktober, ketika bursa saham China daratan tutup. Stock Connect adalah mekanisme perdagangan yang menghubungkan bursa saham China daratan dengan Hong Kong dan kembali beroperasi pada 8 Oktober.
Yield
Imbal hasil yang diminta investor dari suatu obligasi. Harga obligasi dan yield bergerak berlawanan arah: ketika harga obligasi turun, yield naik. Yield UST 10 tahun yang sempat melewati 5,3% mencerminkan tekanan pada harga obligasi pemerintah AS.
SUN dan SBN
Surat Utang Negara (SUN) merupakan surat berharga berupa obligasi yang diterbitkan pemerintah. Surat Berharga Negara (SBN) merupakan istilah yang lebih luas karena mencakup SUN dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/sukuk negara). Yield SUN tenor 10 tahun berada di kisaran 7,12%–7,15% pada akhir September.
Lelang SUN
Proses penerbitan dan penjualan SUN oleh pemerintah melalui mekanisme lelang. Pada lelang 29 September, pemerintah menyerap Rp28,8 triliun dari total penawaran yang masuk sebesar Rp42,87 triliun.
UST dan Gilt
U.S. Treasury (UST) adalah surat utang pemerintah Amerika Serikat, sedangkan gilt adalah surat utang pemerintah Inggris. Yield UST 10 tahun menjadi salah satu acuan utama pasar keuangan global, sementara yield gilt 30 tahun sempat menyentuh 6%.
Spread SBN–UST
Selisih antara yield SBN Indonesia dan UST. Ketika spread menyempit, tambahan imbal hasil yang ditawarkan SBN dibandingkan UST menjadi lebih kecil sehingga daya tarik relatif SBN bagi investor asing dapat berkurang.
BI Rate
Suku bunga kebijakan Bank Indonesia yang menjadi salah satu acuan kondisi moneter di Indonesia. Saat ini, BI Rate berada di level 5,75%.
Fed Funds Rate, FOMC, dan Dot Plot
Federal Funds Rate merupakan suku bunga kebijakan bank sentral AS, The Federal Reserve, yang saat ini berada pada kisaran 3,75%–4,00%. Federal Open Market Committee (FOMC) adalah komite yang menentukan arah kebijakan moneter The Fed. Dot plot menggambarkan proyeksi suku bunga dari masing-masing pejabat The Fed dan bukan merupakan janji atau keputusan kebijakan yang mengikat.
Deposit Rate dan Main Refinancing Rate ECB
Dua suku bunga utama Bank Sentral Eropa (ECB). Deposit rate saat ini berada di 2,50%, sedangkan main refinancing rate berada di 2,65%.
Pengetatan Moneter
Kebijakan bank sentral untuk meredam tekanan inflasi atau aktivitas ekonomi yang terlalu kuat, antara lain melalui kenaikan suku bunga atau pembatasan likuiditas.
Inflasi dan Inflasi Inti
Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam suatu periode. Inflasi inti menggambarkan tren inflasi dengan mengecualikan sejumlah komponen yang harganya lebih bergejolak. Inflasi inti September tercatat 2,84% secara tahunan (yoy).
Harga Bergejolak (Volatile Food)
Kelompok bahan pangan yang harganya dapat berubah dengan cepat, seperti cabai, daging ayam, dan beras. Kelompok ini menjadi salah satu pendorong inflasi pada September.
Nonfarm Payrolls
Data perubahan jumlah lapangan kerja di Amerika Serikat di luar sektor pertanian dalam satu bulan. Data ini menjadi salah satu indikator utama yang diperhatikan pasar untuk menilai kondisi pasar tenaga kerja AS.
Core PCE
Ukuran inflasi di Amerika Serikat yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi. Indikator ini menjadi salah satu ukuran inflasi utama yang diperhatikan The Fed dalam menentukan kebijakan moneter.
Neraca Perdagangan
Selisih antara nilai ekspor dan impor barang suatu negara. Pada Agustus, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$3,55 miliar.
JISDOR dan DXY
Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) merupakan kurs referensi rupiah terhadap dolar AS yang diterbitkan Bank Indonesia, dengan posisi Rp17.898 per dolar AS. U.S. Dollar Index (DXY) mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia dan berada di level 101,93.
Brent, WTI, dan Futures
Brent dan West Texas Intermediate (WTI) merupakan dua harga acuan utama minyak mentah dunia, masing-masing merepresentasikan pasar minyak Laut Utara dan Amerika Serikat. Harga yang umum dikutip berasal dari kontrak berjangka atau futures, yaitu kontrak jual-beli aset untuk penyelesaian pada waktu tertentu di masa depan.
Selat Hormuz
Jalur laut strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dan energi global. Gangguan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan ini dapat memengaruhi pasokan dan harga energi dunia.









