Investor kembali dihadapkan pada ketidakpastian pasca meluasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan AS, Israel serta Iran. Apalagi dari segi domestik, investor juga masih menantikan hasil keputusan MSCI terhadap upaya reformasi BEI serta arah kebijakan suku bunga BI pasca ditahan pada RDG Februari 2026 kemarin.
Worth to note, sekalipun BI masih menahan BI Rate pada RDG Februari, namun masih terbuka ruang pemangkasan suku bunga ke depannya.
Dalam situasi suku bunga yang cenderung menurun, instrumen obligasi – khususnya Obligasi Pemerintah biasanya cenderung diuntungkan. Sedangkan Obligasi Korporasi masih tetap menarik dengan kuponnya yang atraktif.
Namun di sisi lain,saat suku bunga turun, instrumen saham juga relatif diuntungkan karena investor akan mengejar aset yang memiliki potensi imbal hasil lebih tinggi dibandingkan Obligasi dan Deposito.
Dalam kondisi seperti ini, Reksa Dana Campuran dapat menjadi alternatif untuk membantu investor melakukan diversifikasi sekaligus menangkap peluang di berbagai aset sehingga pertumbuhan portofolio lebih optimal dalam jangka menengah – panjang.
Mengenal Reksa Dana Campuran Syailendra Balanced Opportunity Fund (SBOF) Kelas A
Syailendra Balanced Opportunity Fund (SBOF) telah diluncurkan sejak 2008 dan per 27 Februari 2026 telah mencapai AUM sebesar Rp 1,49T.
SBOF memiliki kebijakan investasi dengan rentang alokasi berikut:
- Efek bersifat ekuitas (saham) sebesar 10%–75%
- Efek bersifat utang (obligasi) sebesar 10%–75%
- Instrumen pasar uang dalam negeri sebesar 2%–75%.
Kebijakan tersebut memberikan fleksibilitas bagi manajer investasi untuk menyesuaikan strategi sesuai kondisi pasar. Per 27 Februari 2026, alokasi aset actual berada pada posisi berikut :
- Saham 71,30%
- Obligasi 23,70%
- Deposito 5,10%
10 Komposisi portofolio terbesar :
- BMRI 9,54%
- BBNI 8,63%
- NCKL 5,83%
- INDY 5,45%
- AKRA 3,99%
- ADMR 3,19%
- AMMN 2,84%
- ADRO 2,78%
- BUMI 2,57%
- BRMS 2,54%
Pemilihan saham di SBOF menggunakan pendekatan bottom-up yang berfokus pada kualitas fundamental Perusahaan dan valuasinya. Selain itu, alokasi ~30% ke Obligasi Korporasi dan Deposito berperan sebagai alat likuiditas serta menjaga stabilitas portofolio. Pemilihan obligasi Korporasi mempertimbangkan kesehatan arus kas, kualitas kredit & penerbit serta prospek emiten dan potensi imbal hasil kupon.
Sumber: Fund Fact Sheet Syailendra Balanced Opportunity Fund – 27 Februari 2026
Kinerja SBOF vs Benchmark
Untuk memahami kinerja SBOF, kita bisa membandingkannya dengan IHSG sebagai gambaran pasar saham Indonesia dan PIRC sebagai gambaran rata-rata reksa dana campuran. Dengan cara ini, kita bisa melihat apakah pergerakan SBOF lebih mirip saham murni atau lebih stabil seperti produk campuran.
Dalam periode 26 Januari sampai 26 Februari 2026, pasar sedang mengalami tekanan. Pada periode tersebut, SBOF mencatat imbal hasil minus 0,36 persen. Di waktu yang sama, IHSG turun minus 8,24 persen dan PIRC turun minus 11,35 persen. Artinya, saat pasar saham turun cukup dalam, penurunan SBOF jauh lebih kecil. Hal ini terjadi karena SBOF tidak hanya berisi saham, tetapi juga obligasi dan pasar uang yang membantu menahan penurunan.
Jika kita melihat periode yang lebih panjang, yaitu tiga tahun terakhir dari Februari 2023 sampai Februari 2026, hasilnya berbeda. SBOF mencatat imbal hasil 61,62 persen. Sebagai perbandingan, IHSG tumbuh 20,80 persen dan PIRC 39,00 persen. Ini menunjukkan bahwa dalam jangka waktu lebih panjang, SBOF tetap bisa tumbuh dan bahkan memberikan hasil yang kompetitif dibandingkan pasar saham dan rata-rata reksa dana campuran.
Secara sederhana, saat pasar turun tajam, penurunan SBOF cenderung lebih terkendali. Namun saat pasar membaik, SBOF tetap bisa ikut bertumbuh. Bagi investor pemula, ini berarti SBOF memberikan keseimbangan antara peluang imbal hasil dan pengelolaan risiko, karena tidak sepenuhnya bergantung pada pergerakan saham saja.


Perlu diketahui juga, produk ini mencatatkan CAGR (Compound Annual Growth Rate) sebesar 57,59%** dan termasuk dengan expense ratio yang telah dipotong setiap hari dalam perhitungan NAV.

Artinya, imbal hasil yang kamu dapatkan dalam reksa dana, merupakan imbal hasil bersih setelah biaya pengelolaan.
*data kinerja imbal hasil, max drawdown, dan expense ratio diambil per 20 Februari 2026.
Profil Investor yang Cocok untuk SBOF
SBOF bisa dipertimbangkan oleh investor yang ingin mulai berinvestasi dengan cara yang lebih tenang dan tidak terlalu berisiko. Produk ini cocok untuk investor pemula yang ingin tetap punya peluang keuntungan dari saham, tetapi tidak ingin nilai investasinya naik turun terlalu tajam seperti reksa dana saham.
SBOF sesuai untuk investor yang:
- Ingin mendapatkan potensi keuntungan dari saham, tetapi tetap ada “penyeimbang” seperti obligasi dan pasar uang.
- Tidak ingin mengambil risiko terlalu tinggi.
- Ingin semua jenis aset sudah dikelola dalam satu produk, jadi tidak perlu membeli banyak produk berbeda.
- Tidak ingin repot memindahkan dana atau menebak kapan waktu terbaik untuk masuk dan keluar pasar.
- Lebih nyaman jika strategi investasinya sudah diatur oleh manajer investasi.
Dengan cara ini, investor tetap bisa ikut peluang pasar, tetapi dengan pergerakan yang biasanya lebih stabil dibandingkan reksa dana saham murni.
Sumber: Karakteristik Produk & Kebijakan Investasi (Prospektus Maret 2025)
Komite Investasi dan Tim Pengelola Investasi PT Syailendra Capital
Sebagai Manajer Investasi didukung oleh tenaga profesional yang terdiri dari komite investasi dan tim pengelola investasi. Komite Investasi akan mengarahkan dan mengawasi Tim Pengelola Investasi dalam menjalankan kebijakan dan strategi investasi sehari-hari sesuai dengan tujuan investasi dan Tim Pengelola Investasi bertugas sebagai pelaksana harian atas kebijakan, strategi dan eksekusi investasi yang telah diformulasikan bersama dengan Komite Investasi.
Komite Investasi:
- Ketua: Jos Parengkuan
- Anggota: Roy Himawan
- Anggota: Fajar Rachman Hidajat
Tim Pengelola Investasi:
- Ketua: Ahmad Solihin
- Rizki Jauhari Indra
- Michael John Pranata
- Mardiana Wirasmi Marnoto
- Rafi Aulia Adipradana
- Rendy Wijaya
- Steven Tjitra
Sumber: Prospektus terbaru
Bagaimana Cara Mulai Investasi Reksa Dana Campuran Lewat Ayovest?
Sebelum kamu melakukan investasi, pastikan terlebih dahulu, bahwa kamu telah memiliki aplikasi Ayovest yang bisa kamu dapatkan melalui App Store dan Google Play Store.
Langkah selanjutnya, kamu bisa mengikuti cara-caranya di bawah ini.
- Buat akun di aplikasi Ayovest
- Verifikasi identitas diri (KYC).
- Pilih Produk Reksa Dana
Masuk ke Reksa Dana Campuran dan pilih Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A. - Masukkan nominal. Investasi mulai dari Rp10.000.
- Pantau Investasi Kapan Saja.
Cek perkembangan nilai investimu secara langsung lewat aplikasi Ayovest.
Bangun Portofolio Seimbang dengan Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A
Dalam berinvestasi, memiliki portofolio yang seimbang adalah kunci. Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A menghadirkan solusi bagi investor yang menginginkan pertumbuhan optimal dengan risiko yang sangat terukur. Melalui kombinasi saham, obligasi, dan pasar uang, produk ini menawarkan jalan cerdas untuk membangun portofolio yang terus berkembang.
Jadi, tunggu apalagi? Hanya dengan Rp10.000, kamu bisa membeli produk ini dan menikmati pengelolaan profesional dari PT Syailendra Capital. Bangun portofolio yang seimbang, dan biarkan dana kamu bertumbuh dengan lebih tenang dan terarah.
DISCLAIMER: INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. SEBELUM MEMUTUSKAN BERINVESTASI, CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS. KINERJA MASA LALU TIDAK MENJAMIN/ MENCERMINKAN INDIKASI KINERJA DI MASA YANG AKAN DATANG.
Reksa dana merupakan produk Pasar Modal dan bukan produk yang diterbitkan oleh Agen Penjual Efek Reksa Dana. PT Generasi Paham Investasi selaku Agen Penjual Efek Reksa Dana tidak bertanggung jawab atas tuntutan dan risiko pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Investor wajib membaca dan memahami Fund Fact Sheet dan Prospektus dari produk yang diterbitkan oleh Manajer Investasi untuk kebutuhan informasi dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran atau rekomendasi untuk membeli atau permintaan untuk menjual. Kinerja masa lalu tidak serta merta menjadi petunjuk untuk kinerja di masa mendatang, dan bukan juga merupakan perkiraan yang dibuat untuk memberikan indikasi mengenai kinerja atau kecenderungannya di masa mendatang.
Glosarium
Diversifikasi: Menempatkan dana investasi di beberapa instrumen investasi yang berbeda karakteristiknya.
Fund Fact Sheet: Informasi ringkas yang wajib dibuat manajer investasi setiap bulan, berisi informasi faktual dan mencerminkan kondisi sebenarnya dari produk reksa dana.
Kebijakan Moneter: Langkah yang diambil bank sentral untuk mengatur jumlah uang beredar dan stabilitas ekonomi melalui suku bunga dan instrumen lainnya.
Kredibilitas: Perihal dapat dipercaya (KBBI).
NAB: Nilai Aktiva Bersih. Jumlah kekayaan Reksa Dana setelah dikurangi seluruh kewajiban.
Obligasi: Surat utang jangka menengah maupun jangka panjang yang dapat diperjualbelikan.
Pasar Indeks Reksadana Campuran (PIRC) : Tolak ukur yang digunakan untuk mengukur kinerja Reksa Dana Campuran yang diterbitkan oleh Pasar Dana
Portofolio: Kumpulan Efek yang dimiliki oleh pihak.
Prospektus: Setiap pernyataan yang dicetak atau informasi tertulis yang digunakan untuk Penawaran Umum Reksa Dana dengan tujuan calon Pemegang Unit Penyertaan membeli Unit Penyertaan Reksa Dana.
Profil Risiko Investasi: Tingkat toleransi investor terhadap fluktuasi nilai investasi, umumnya dikategorikan sangat konservatif, konservatif, moderat, atau agresif.
Volatilitas Pasar: Tingkat fluktuasi harga aset dalam periode tertentu. Semakin tinggi volatilitas, semakin besar pergerakan naik-turunnya harga.






