Imbal hasil Obligasi 10 Tahun Indonesia tetap stabil di 6,46% pada 20 Februari 2026. Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Indonesia 10 Tahun | 2003-2026 Data. Pergerakan imbal hasil yang relatif stabil ini dapat menjadi salah satu indikasi pasar obligasi yang lebih kondusif bagi investor reksa dana. Mengapa? Karena, ketika volatilitas pasar saham masih terjadi dan investor lebih selektif dalam mengambil risiko, sehingga instrumen berbasis obligasi dapat menjadi pilihan untuk menjaga keseimbangan portofolio.
Tentu saja, kondisi ini membuka peluang bagi investor yang ingin memanfaatkan momentum stabilnya pasar obligasi tanpa harus membeli obligasi secara langsung di pasar. Salah satunya alternatifnya adalah melalui reksa dana pendapatan tetap yang dikelola secara profesional, seperti Mandiri Investa Dana Obligasi Seri II Kelas A.
Mengenal Reksa Dana Pendapatan Tetap Mandiri Investa Dana Obligasi Seri II Kelas A
Mandiri Investa Dana Obligasi Seri II Kelas A merupakan produk reksa dana pendapatan tetap yang dikelola oleh PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi), anak perusahaan PT Mandiri Sekuritas. Produk ini pertama kali diluncurkan pada 8 Desember 2004 dan bertujuan untuk memberikan potensi pendapatan investasi yang relatif stabil melalui investasi pada Efek Bersifat Utang serta menurunkan tingkat risiko melalui pemilihan penerbit surat berharga secara sangat selektif dalam rangka mengelola risiko investasi.
Reksa Dana Mandiri Investa Dana Obligasi Seri II Kelas A memiliki kebijakan investasi dengan fokus pada Efek Bersifat Utang (Obligasi Pemerintah, Surat Utang lainnya) SBI, Deposito Berjangka dan Sertifikat Deposito sebesar 100%, serta pada instrumen Pasar Uang maksimal sebesar 95%. Perlu kamu ketahui juga, reksa dana ini memiliki opsi untuk melakukan diversifikasi terbatas ke Efek Luar Negeri hingga maksimal 15% dari total portofolio, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Per Januari 2026, alokasi aset sebesar 81,94% pada Obligasi dan 4,74% pada Deposito (tidak termasuk kas dan setara kas), dengan komposisi portofolio terbesar sebagai berikut.
- FR0059: 4,42%
- FR0064: 5,50%
- FR0076: 4,16%
- FR0089: 4,35%
- FR0091: 6,57%
- FR0095: 4,44%
- FR0100: 4,39%
- FR0103: 5,77%
- FR0108: 3,46%
- FR0109: 9,87%

Keunggulan Reksa Dana Pendapatan Tetap Mandiri Investa Dana Obligasi Seri II Kelas A
Kinerja Imbal Hasil 6,31% dalam 1 Tahun*
Reksa dana Mandiri Investa Dana Obligasi Seri II Kelas A mencatatkan kinerja positifnya sebesar 6,31%* dalam periode 1 tahun terakhir, dengan Nilai Aktiva Bersih(NAB) per unit mencapai Rp1.708,68 per 20 Februari 2026. Capaian ini mencerminkan kemampuan produk dalam menghasilkan imbal hasil yang relatif stabil di tengah kondisi pasar yang tidak stabil.

Sumber grafik: Pasardana.id per 20 Februari 2026
Reksa dana Mandiri Investa Dana Obligasi Seri II Kelas A ini juga mencatatkan max drawdown sebesar -1,68%*. Max drawdown mencerminkan risiko penurunan terbesar pada nilai portofolio sebuah produk reksa dana dari puncak tertinggi (peak) ke titik terendah (trough) sebelum akhirnya pulih kembali. Dengan kata lain, max drawdown memberikan gambaran tentang seberapa dalam kerugian yang harus ditanggung investor di periode terburuknya.
Artinya dalam 1 tahun terakhir, reksa dana Mandiri Investa Dana Obligasi Seri II Kelas A mengalami penurunan maksimum sebesar -1,68%* . Max drawdown ini dapat membantu kamu memahami seberapa besar tingkat risikonya, sehingga kamu bisa mengetahui apakah produk ini sesuai dengan profil risiko.
Selain max drawdown, reksa dana ini memiliki expense ratio sebesar 1,82%*. Expense ratio mengukur besaran biaya operasional reksa dana dibanding rata rata nilai aset bersih dalam 1 tahun terakhir. Biaya ini meliputi management fee, biaya kustodian, biaya transaksi aset, dan biaya lainnya. Semakin rendah expense ratio, maka semakin efisien juga biaya pengelolaan produk reksa dana. Kamu juga bisa menggunakan angka ini untuk membandingkan dengan reksa dana sejenis.
Perlu diketahui juga, produk ini mencatatkan CAGR (Compound Annual Growth Rate) sebesar 6,31%** dan termasuk dengan expense ratio yang telah dipotong setiap hari dalam perhitungan NAB pada reksa dana.

*Data kinerja imbal hasil, Nilai Aktiva Bersih, max drawdown, dan expense ratio diambil per 20 Februari 2026.
** Data dan grafik CAGR 1 tahun per 20 Februari 2026. Sumber: Pasardana.id
Dengan kata lain, imbal hasil yang kamu dapatkan dalam reksa dana Mandiri Investa Dana Obligasi Seri II Kelas A, merupakan imbal hasil bersih setelah biaya pengelolaan.
Reksa Dana Pendapatan Tetap Mandiri Investa Dana Obligasi Seri II Kelas A: Dana Kelolaan Mencapai Rp365,08 Miliar
Reksa dana Mandiri Investa Dana Obligasi Seri II Kelas A memiliki total dana kelolaan mencapai Rp365,08 Miliar per Januari 2026. Pertumbuhan ini menunjukkan minat dan kepercayaan investor terhadap pengelolaan dan konsistensi kinerja produk.
Pertumbuhan dana kelolaan ini juga mencerminkan bahwa semakin banyak investor yang mempertimbangkan reksa dana pendapatan tetap Mandiri Investa Dana Obligasi Seri II Kelas A sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio ketika kondisi pasar fluktuatif.

*Sumber grafik: Pasardana.id
Risiko Rendah-Menengah: Cocok untuk Investor Konservatif hingga Moderat
Mandiri Investasi Dana Obligasi Seri II Kelas A termasuk dalam kategori risiko rendah hingga menengah. Dengan beberapa risiko utama, yaitu:
• Risiko Perubahan Kondisi Ekonomi dan Politik
• Risiko Wanprestasi
• Risiko Likuiditas
• Risiko Berkurangnya Nilai Aktiva Bersih(NAB) Setiap Unit Penyertaan
• Risiko Pembubaran dan Likuidasi
• Risiko Transaksi Melalui Media Elektronik
Jika kamu memiliki profil risiko konservatif dengan tujuan investasi dengan jangka waktu 1 sampai 3 tahun maupun yang memiliki profil risiko moderat dengan tujuan investasi dengan jangka waktu 3 sampai 5 tahun ke depan, reksa dana pendapatan tetap ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan. Instrumen in dapat kamu manfaatkan untuk menyiapkan berbagai tujuan keuangan jangka pendek hingga menengah. Misalnya, biaya pendidikan anak, rencana liburan, dana pernikahan, hingga dana untuk uang muka untuk membeli rumah.
Komite Investasi dan Tim Pengelola Investasi
Sebagai Manajer Investasi didukung oleh tenaga profesional yang terdiri dari komite investasi dan tim pengelola investasi. Komite Investasi akan mengarahkan dan mengawasi Tim Pengelola Investasi dalam menjalankan kebijakan dan strategi investasi sehari-hari sesuai dengan tujuan investasi dan Tim Pengelola Investasi bertugas sebagai pelaksana harian atas kebijakan, strategi dan eksekusi investasi yang telah diformulasikan bersama dengan Komite Investasi.
Komite Investasi
Ketua: Ernawan Rahmat Salimsyah CFA, (Direktur)
Anggota:
- Hardiyanto Pilia (Direktur)
Tim Pengelola Investasi
Ketua Tim Pengelola Investasi: Wahyudityo Ramadhanny
Anggota Tim Pengelola Investasi:
- Indra Haryolaksono
- Ikhlas Farid Abdurrahman
- Donny Saputro
Investasi Rutin dengan Reksa Dana Pendapatan Tetap di Ayovest Sekarang!
Stabilnya pasar obligasi dapat menjadi peluang bagi investor yang ingin membangun portofolio lebih seimbang. Namun, strategi tidak hanya soal memilih produk yang tepat, tetapi juga tentang konsistensi dalam berinvestasi.
Salah satu cara yang dapat dipertimbangkan adalah dengan investasi disiplin secara rutin melalui fitur Systematic Investment Plan (SIP). Dengan investasi secara berkala, kamu berpeluang memperoleh lebih banyak unit investasi ketika harga sedang rendah dan lebih sedikit ketika harga tinggi. Hal ini dapat membantu kamu mengurangi risiko membeli di harga yang relatif tinggi dan membuat rata-rata biaya investasimu lebih stabil dari waktu ke waktu.
Melalui Ayovest, kamu dapat mengakses produk reksa dana pendapatan tetap pilihan secara mudah, transparan, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan untuk menjaga stabilitas portofolio ketika kondisi pasar tidak stabil. Download aplikasi Ayovest sekarang dan siapkan langkah investasi rasional untuk wujudkan tujuan keuangan bersama Ayovest.
DISCLAIMER: INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. SEBELUM MEMUTUSKAN BERINVESTASI, CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS. KINERJA MASA LALU TIDAK MENJAMIN/ MENCERMINKAN INDIKASI KINERJA DI MASA YANG AKAN DATANG.
Reksa dana merupakan produk Pasar Modal dan bukan produk yang diterbitkan oleh Agen Penjual Efek Reksa Dana. PT Generasi Paham Investasi selaku Agen Penjual Efek Reksa Dana tidak bertanggung jawab atas tuntutan dan risiko pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Investor wajib membaca dan memahami Laporan Kinerja Reksa Dana (Fund Fact Sheet) dan Prospektus dari produk yang diterbitkan oleh Manajer Investasi untuk kebutuhan informasi dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran atau rekomendasi untuk membeli atau permintaan untuk menjual. Kinerja masa lalu tidak serta merta menjadi petunjuk untuk kinerja di masa mendatang, dan bukan juga merupakan perkiraan yang dibuat untuk memberikan indikasi mengenai kinerja atau kecenderungannya di masa mendatang.
Glosarium:
CAGR (Compound Annual Growth Rate) Tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (rata-rata) selama rentang periode waktu tertentu.
Expense Ratio mengukur besaran biaya operasional reksa dana dibanding rata-rata nilai aset bersih dalam satu tahun terakhir. Biaya operasional misalnya meliputi management fee, custodian fee, biaya transaksi aset, dan lainnya.






