Pada perdagangan Jumat, 13 Februari 2026, berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 8.212,271 atau melemah -0,64% dibandingkan penutupan sebelumnya di level 8.265,352. Sepanjang sesi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 8.251,989 dan terendah 8.170,587, dengan volume transaksi mencapai 46,077 miliar saham serta nilai transaksi sebesar Rp24,337 triliun.
Pergerakan pasar yang masih fluktuatif menunjukkan bahwa harga saham dapat berubah sewaktu-waktu. Situasi ini, tentu dapat memengaruhi nilai investasi. Khususnya, bagi investor yang hanya menempatkan dana pada instrumen saham yang pergerakannya sangat bergantung pada IHSG. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk mengelola profil risiko dengan cara menyebarkan dana ke beberapa jenis instrumen investasi. Dengan strategi tersebut, portofolio dapat lebih terjaga dan tetap sesuai dengan tujuan keuangan serta profil risiko investor.
Alokasi aset yang tepat membantu menyebar risiko antar instrumen, sehingga potensi gejolak pada satu aset dapat diimbangi oleh aset lainnya. Namun, penting dipahami bahwa diversifikasi dan alokasi aset tidak menghilangkan risiko sepenuhnya, melainkan bertujuan untuk mengelola dan mengendalikan risiko secara lebih terukur.
Dalam kondisi pasar yang berubah, instrumen seperti reksa dana campuran dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu mengelola volatilitas portofolio, karena mengombinasikan saham, obligasi, dan pasar uang dalam satu strategi pengelolaan yang lebih seimbang.
Sumber. Bursa Efek Indonesia Jumat, 13 Februari 2026
Reksa Dana Campuran Recapital Balance Fund dan Strategi Investasi Terukur
Reksa Dana Campuran Recapital Balance Fund adalah produk reksa dana yang mengalokasikan sebagian besar portofolionya pada instrumen obligasi, serta dilengkapi dengan porsi saham dan pasar uang sebagai bagian dari strategi diversifikasi. Dengan fokus pada pengelolaan risiko yang lebih terkendali dibandingkan reksa dana saham. Produk ini dikelola oleh PT Recapital Asset Management yang telah berizin dan diawasi oleh OJK, serta dirancang untuk investor dengan profil risiko moderat dan jangka waktu investasi 3-5 tahun.
Pendekatan dalam Reksa Dana Campuran Recapital Balance Fund menitikberatkan pada keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan pengendalian volatilitas. Obligasi memberikan kontribusi pendapatan yang relatif terukur, sementara eksposur saham dimanfaatkan untuk menangkap peluang pertumbuhan ketika pasar berada dalam tren positif. Dengan komposisi portofolio sebagai berikut:
1. Obligasi Pemerintah Indonesia – FR0065 7.13%
2. Obligasi Pemerintah Indonesia – FR0096 10.18%
3. Obligasi Pemerintah Indonesia – FR0100 7.11%
4. Obligasi Pemerintah Indonesia – FR0104 8.64%
5. Obligasi Pemerintah Indonesia – FR0108 12.73%
6. Obligasi Pemerintah Indonesia – FR0109 11.27%
7. Obligasi PT Hutama Karya – PTHK02CCN 5.99%
8. Obligasi PT Wijaya Karya – WIKA02BCN2 6.42
9. Deposito – Bank Aladin Syariah 4.19%
10. Deposito – Bank Capital 5.59%
Sumber : Fund Fact Sheets per 30 Januari 2026
Reksa Dana Campuran Recapital Balance Fund: Return 7,42% dalam 1 Tahun, Bagaimana Kinerjanya?
Berdasarkan tolok ukur yang menggunakan komposisi 20% LQ45 + 80% rata-rata deposito 12 bulan (nett) Bank Mandiri, BNI, dan BCA, Reksa Dana Campuran Recapital Balance Fund mencatatkan imbal hasil sebesar +7,42% dalam 1 tahun per 30 Januari 2026.
Jika ditarik ke jangka waktu investasi lebih panjang, dalam 3 tahun terakhir (30 Januari 2023 – 30 Januari 2026), Recapital Balance Fund mencatatkan pertumbuhan sebesar +12,32%. Pergerakan ini menunjukkan tren kenaikan yang bertahap meskipun tetap mengalami fluktuasi mengikuti dinamika pasar saham dan obligasi.
Sementara itu, dalam 5 tahun terakhir (30 Januari 2021 – 30 Januari 2026), produk ini mencatatkan kinerja kumulatif sebesar +17,25%. Pola pertumbuhan jangka menengah hingga panjang tersebut mencerminkan pendekatan alokasi yang terdiversifikasi, dengan kombinasi instrumen saham dan obligasi yang dirancang untuk menjaga keseimbangan antara potensi imbal hasil dan pengelolaan risiko.
Dengan karakter tersebut, reksa dana campuran dapat menjadi pertimbangan untuk jangka waktu investasi 3–5 tahun, terutama bagi investor dengan profil risiko moderat. Di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan yang fluktuatif dan ditutup melemah di level 8.212,271 pada 13 Februari 2026, kombinasi saham dan obligasi dalam portofolio membantu menjaga stabilitas relatif dibanding eksposur saham murni.
Per akhir Januari 2026, dana kelolaan Recapital Balance Fund tercatat sebesar Rp71,56 miliar dengan NAB per unit Rp827,18, dan dikelola oleh PT Recapital Asset Management yang telah berizin dan diawasi OJK.
Sebelum berinvestasi, pastikan untuk membaca dan memahami Fund Fact Sheet serta Prospektus agar keputusan investasi tetap sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda.
Sumber : Return 1 Tahun menggunakan tolok ukur 20% LQ45 + 80% rata-rata deposito 12 bulan (nett) Bank Mandiri, BNI, dan BCA, Return 3 dan 5 Tahun berdasarkan Pasardana.id, Fund Fact Sheets per 30 Januari 2026


Perlu diketahui juga, produk ini mencatatkan CAGR (Compound Annual Growth Rate) sebesar 7.30%* dan termasuk dengan expense ratio yang telah dipotong setiap hari dalam perhitungan NAB pada reksa dana campuran Recapital Balanced Fund.
Dengan kata lain Imbal hasil yang kamu dapatkan dalam reksa dana, merupakan imbal hasil bersih setelah biaya pengelolaan.
Komite Investasi dan Tim Pengelola Investasi PT Recapital Asset Management
Sebagai Manajer Investasi didukung oleh tenaga profesional yang terdiri dari komite investasi dan tim pengelola investasi. Komite Investasi akan mengarahkan dan mengawasi Tim Pengelola Investasi dalam menjalankan kebijakan dan strategi investasi sehari-hari sesuai dengan tujuan investasi dan Tim Pengelola Investasi bertugas sebagai pelaksana harian atas kebijakan, strategi dan eksekusi investasi yang telah diformulasikan bersama dengan Komite Investasi.
Komite Investasi:
Ketua: Syahrizal Nawawi
Anggota: Diky Hendar Wirawan
Tim Pengelola Investasi:
Ketua: Suwono Kusuma
Anggota : Ajie Katon Suryo
Sumber: Prospektus Terbaru
Risiko Moderat, Cocok untuk Investasi 3-5 Tahun
Produk ini termasuk dalam kategori risiko sedang, sehingga sesuai bagi investor dengan profil risiko moderat yang memiliki jangka waktu investasi sekitar 3–5 tahun. Instrumen ini dapat menjadi pilihan untuk tujuan keuangan seperti persiapan dana pendidikan sebagai uang pangkal, pernikahan, maupun pembayaran uang muka pembelian rumah.
Bagaimana Cara Mulai Investasi di Recapital Balance Fund Lewat Ayovest?
Sebelum kamu melakukan investasi, pastikan terlebih dahulu, bahwa kamu telah memiliki aplikasi Ayovest yang bisa kamu dapatkan melalui App Store dan Google Play Store.
Langkah selanjutnya, kamu bisa mengikuti cara-caranya di bawah ini.
- Buat akun di aplikasi Ayovest
- Verifikasi identitas diri (KYC).
- Pilih Produk Reksa Dana
Masuk ke Reksa Dana Campuran dan pilih Recapital Balance Fund. - Masukkan nominal. Investasi mulai dari Rp10.000.
- Pantau Investasi Kapan Saja.
Cek perkembangan nilai investimu secara langsung lewat aplikasi Ayovest.
Bangun Portofolio Seimbang dengan Recapital Balance Fund di Ayovest!
Dalam berinvestasi, memiliki portofolio yang seimbang adalah kunci. Recapital Balance Fund menghadirkan solusi bagi investor yang menginginkan pertumbuhan optimal tanpa harus menanggung risiko lebih. Dengan kombinasi saham, obligasi, dan pasar uang, produk ini menawarkan jalan cerdas untuk membangun portofolio yang terus berkembang.
Jadi, tunggu apalagi? Hanya dengan Rp10.000, kamu bisa membeli produk ini dan menikmati pengelolaan profesional dari Recapital Asset Management. Bangun portofolio yang seimbang, dan biarkan dana kamu bertumbuh dengan lebih tenang dan terarah.
DISCLAIMER: INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. SEBELUM MEMUTUSKAN BERINVESTASI, CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS. KINERJA MASA LALU TIDAK MENJAMIN/ MENCERMINKAN INDIKASI KINERJA DI MASA YANG AKAN DATANG.
Reksa dana merupakan produk Pasar Modal dan bukan produk yang diterbitkan oleh Agen Penjual Efek Reksa Dana. PT Generasi Paham Investasi selaku Agen Penjual Efek Reksa Dana tidak bertanggung jawab atas tuntutan dan risiko pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Investor wajib membaca dan memahami Fund Fact Sheet dan Prospektus dari produk yang diterbitkan oleh Manajer Investasi untuk kebutuhan informasi dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran atau rekomendasi untuk membeli atau permintaan untuk menjual. Kinerja masa lalu tidak serta merta menjadi petunjuk untuk kinerja di masa mendatang, dan bukan juga merupakan perkiraan yang dibuat untuk memberikan indikasi mengenai kinerja atau kecenderungannya di masa mendatang.
Glosarium
Diversifikasi: Menempatkan dana investasi di beberapa instrumen investasi yang berbeda karakteristiknya.
Fund Fact Sheet: Informasi ringkas yang wajib dibuat manajer investasi setiap bulan, berisi informasi faktual dan mencerminkan kondisi sebenarnya dari produk reksa dana.
Kredibilitas: Perihal dapat dipercaya (KBBI).
Manajemen Risiko: Pendekatan disiplin dalam mengelola ketidakpastian guna menjaga keberlanjutan kinerja portofolio.
NAB: Nilai Aktiva Bersih. Jumlah kekayaan Reksa Dana setelah dikurangi seluruh kewajiban.
Obligasi: Surat utang jangka menengah maupun jangka panjang yang dapat diperjualbelikan.
Pasar Indeks Reksadana Campuran (PIRC) : Tolak ukur yang digunakan untuk mengukur kinerja Reksa Dana Campuran yang diterbitkan oleh Pasar Dana
Portofolio: Kumpulan Efek yang dimiliki oleh pihak.
Prospektus: Setiap pernyataan yang dicetak atau informasi tertulis yang digunakan untuk Penawaran Umum Reksa Dana dengan tujuan calon Pemegang Unit Penyertaan membeli Unit Penyertaan Reksa Dana.
Profil Risiko Investasi: Tingkat toleransi investor terhadap fluktuasi nilai investasi, umumnya dikategorikan sangat konservatif, konservatif, moderat, atau agresif.
Volatilitas Pasar: Tingkat fluktuasi harga aset dalam periode tertentu. Semakin tinggi volatilitas, semakin besar pergerakan naik-turunnya harga.






