Key Takeaways
Global
- Pasar global masih dibayangi ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Fed
- Yield US Treasury cenderung bertahan tinggi, memicu volatilitas arus modal ke emerging markets.
- Minyak Memanas di Level Tertinggi 6 Bulan.
- Taiwan Geser Dominasi China di Pasar AS
Domestic
- Suku Bunga Bank Indonesia tetap di 4.75%
- Nilai tukar rupiah relatif terjaga di tengah dinamika global.
- Imbal Hasil Obligasi 10 tahun Indonesia tetap stabil di 6.46%
- Trump dan Prabowo menandatangi Perjanjian tarif impor menjadi 19%
Sentimen Global
Inflasi AS 2026 dan Arah Kebijakan The Fed: Tekanan ke Yield Global
Pasar global masih bergerak dalam ketidakpastian seiring belum jelasnya arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve. Berdasarkan indikator ekspektasi pasar seperti CME FedWatch Tool, pelaku pasar masih terus menyesuaikan proyeksi terhadap waktu dan besaran potensi pelonggaran moneter.
Di sisi lain, imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10 tahun bertahan di level yang relatif tinggi secara historis. Kondisi ini memperlebar daya tarik aset berbasis dolar AS dan memicu fluktuasi arus modal ke pasar negara berkembang. Ketika yield AS tetap elevated, investor global cenderung melakukan rebalancing portofolio, sehingga tekanan terhadap emerging markets meningkat.
Dari pasar komoditas, harga minyak mentah kembali memanas dan mencapai level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Harga Brent bergerak mendekati USD 72 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) mendekati USD 67 per barel. Kenaikan ini mencerminkan kombinasi faktor permintaan global yang resilien serta dinamika pasokan yang ketat, yang berpotensi menambah tekanan inflasi global.
Sementara itu, dinamika perdagangan internasional juga menunjukkan pergeseran signifikan. Data perdagangan AS mengindikasikan bahwa Taiwan mulai menggeser dominasi China sebagai salah satu pemasok utama ke pasar Amerika Serikat, terutama di sektor teknologi dan semikonduktor. Pergeseran ini mencerminkan perubahan rantai pasok global yang semakin dipengaruhi strategi diversifikasi dan faktor geopolitik.
Sentimen Domestic: Suku Bunga Bank Indonesia 4,75%: Fokus Menjaga Stabilitas Rupiah
Mengapa suku bunga Bank Indonesia tetap 4,75% ?
Bank Indonesia kembali menegaskan sikap kehati-hatiannya dengan mempertahankan BI-Rate di level 4,75%, menandai kelanjutan fase stabilisasi kebijakan moneter di tengah tekanan eksternal yang belum sepenuhnya mereda. Keputusan ini mencerminkan fokus bank sentral dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar, pengendalian inflasi, dan pertumbuhan ekonomi domestik.
Di tengah dinamika global yang masih berfluktuasi, nilai tukar rupiah relatif terjaga, nilai tukar menguat 0,24% menjadi Rp 16.885 per dolar AS. Meskipun volatilitas pasar internasional meningkat, pergerakan rupiah menunjukkan ketahanan yang cukup baik dibanding sejumlah mata uang emerging markets lainnya.
Stabilitas tersebut juga tercermin di pasar obligasi. Imbal hasil (yield) Surat Utang Negara tenor 10 tahun bertahan di kisaran6,46%, mengindikasikan persepsi risiko yang tetap terkendali serta minat investor yang masih solid terhadap instrumen pendapatan tetap domestik.
Sementara itu, dari sisi perdagangan internasional, dinamika baru muncul setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prabowo Subianto menandatangani kesepakatan tarif impor sebesar 19%. Kebijakan ini berpotensi memengaruhi arus perdagangan bilateral dan menjadi faktor tambahan yang akan dicermati pelaku pasar dalam membaca prospek ekspor Indonesia ke depan.
Capital & Fund Performance


Ayovest’s Wrap: Strategi Investasi saat Suku Bunga Bank Indonesia Stabil
Arah kebijakan The Fed masih menjadi variabel utama pasar global. Dengan yield US Treasury 10 tahun bertahan tinggi, daya tarik aset dolar AS tetap kuat dan mendorong volatilitas arus modal ke emerging markets. Tekanan ini diperkuat oleh kenaikan harga minyak ke level tertinggi enam bulan terakhir, yang berpotensi menambah risiko inflasi global dan mempersempit ruang pelonggaran moneter. Di sisi lain, pergeseran rantai pasok global termasuk meningkatnya peran Taiwan dalam perdagangan AS menunjukkan dinamika struktural yang dapat memengaruhi arus investasi dan perdagangan jangka menengah.
Dari domestik, keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 4,75% mencerminkan prioritas menjaga stabilitas rupiah dan mengelola risiko eksternal. Rupiah yang relatif stabil serta yield SBN 10 tahun di kisaran 6,46% menunjukkan bahwa fundamental pasar obligasi domestik masih cukup solid di tengah tekanan global.
Dalam kondisi ini, pendekatan yang terukur tetap menjadi kunci:
- Reksa dana pendapatan tetap dapat menjadi pilihan untuk menangkap potensi imbal hasil stabil dengan risiko terkelola.
- Reksa dana pasar uang cocok untuk menjaga likuiditas di tengah ketidakpastian global.
- Akumulasi bertahap pada reksa dana saham dapat dipertimbangkan bagi investor jangka menengah–panjang, dengan tetap mengedepankan diversifikasi.
Dengan fondasi domestik yang stabil memberikan ruang bagi investor untuk tetap rasional dan disiplin dalam strategi alokasi aset.
DISCLAIMER: INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. SEBELUM MEMUTUSKAN BERINVESTASI, CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS. KINERJA MASA LALU TIDAK MENJAMIN/ MENCERMINKAN INDIKASI KINERJA DI MASA YANG AKAN DATANG.
Reksa dana merupakan produk Pasar Modal dan bukan produk yang diterbitkan oleh Agen Penjual Efek Reksa Dana. PT Generasi Paham Investasi selaku Agen Penjual Efek Reksa Dana tidak bertanggung jawab atas tuntutan dan risiko pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Investor wajib membaca dan memahami Laporan Kinerja Reksa Dana (Fund Fact Sheet) dan Prospektus dari produk yang diterbitkan oleh Manajer Investasi untuk kebutuhan informasi dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran atau rekomendasi untuk membeli atau permintaan untuk menjual. Kinerja masa lalu tidak serta merta menjadi petunjuk untuk kinerja di masa mendatang, dan bukan juga merupakan perkiraan yang dibuat untuk memberikan indikasi mengenai kinerja atau kecenderungannya di masa mendatang.
Glosarium :
Arus Modal (Capital Flow) Pergerakan dana investasi antarnegara, baik dalam bentuk investasi portofolio (obligasi dan saham) maupun investasi langsung. Arus modal sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga global dan persepsi risiko.
Aset Berbasis Dolar AS Instrumen investasi yang didenominasi dalam dolar AS, seperti US Treasury atau saham AS. Ketika yield AS tinggi, aset ini cenderung lebih menarik bagi investor global.
BI-Rate Suku bunga kebijakan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebagai acuan bagi perbankan dan pasar keuangan. Pada Februari 2026 berada di level 4,75%.
Brent Salah satu acuan harga minyak mentah global yang diperdagangkan di pasar internasional.
CME FedWatch Tool Indikator berbasis pasar yang dirilis oleh CME Group untuk memantau ekspektasi pelaku pasar terhadap arah suku bunga The Fed berdasarkan kontrak futures Fed Funds.
Current Account (Transaksi Berjalan) Bagian dari neraca pembayaran yang mencerminkan selisih ekspor dan impor barang, jasa, serta aliran pendapatan primer dan sekunder suatu negara.
Diversifikasi Strategi menyebar investasi ke berbagai instrumen atau aset untuk mengurangi risiko.
Dolar AS (USD) Mata uang Amerika Serikat yang menjadi mata uang cadangan global dan acuan utama dalam perdagangan internasional.
Emerging Markets Kelompok negara berkembang dengan pertumbuhan ekonomi relatif tinggi namun memiliki risiko pasar yang lebih besar dibanding negara maju.
Ekspektasi Pasar Perkiraan pelaku pasar terhadap arah kebijakan atau kondisi ekonomi di masa depan.
The Fed (Federal Reserve) Bank sentral Amerika Serikat yang menentukan kebijakan suku bunga dan likuiditas global. Federal Reserve
Fundamental Ekonomi Kondisi dasar perekonomian seperti pertumbuhan, inflasi, stabilitas fiskal, dan cadangan devisa yang mencerminkan kesehatan ekonomi suatu negara.
Inflasi Kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan berkelanjutan dalam periode tertentu.
Imbal Hasil (Yield) Tingkat keuntungan yang diperoleh investor dari suatu instrumen investasi, terutama obligasi.
Imbal Hasil US Treasury 10 Tahun Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang menjadi benchmark global. U.S. Department of the Treasury
Imbal Hasil SBN 10 Tahun (6,46%) Tingkat imbal hasil Surat Berharga Negara Indonesia tenor 10 tahun yang mencerminkan persepsi risiko dan kondisi likuiditas domestik.
Intervensi Valas Langkah bank sentral membeli atau menjual valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
JISDOR Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, kurs referensi harian rupiah terhadap dolar AS yang diterbitkan oleh Bank Indonesia.
Kebijakan Moneter Kebijakan yang diambil bank sentral untuk mengatur jumlah uang beredar dan suku bunga guna menjaga stabilitas ekonomi.
Ketidakpastian Global Situasi ketika arah kebijakan ekonomi dunia belum jelas, biasanya terkait suku bunga, geopolitik, atau krisis ekonomi.
Market Sentiment (Sentimen Pasar) Persepsi dan sikap kolektif investor terhadap kondisi pasar yang memengaruhi keputusan investasi.
Minyak Mentah (Crude Oil) Komoditas energi utama yang memengaruhi inflasi global. Dua acuan utama adalah Brent dan WTI.
Nilai Tukar Rupiah Harga mata uang rupiah terhadap mata uang asing, khususnya dolar AS.
Neraca Pembayaran (Balance of Payments) Catatan transaksi ekonomi antara suatu negara dengan dunia internasional dalam periode tertentu.
Obligasi Pemerintah (Surat Utang Negara/SBN) Instrumen utang yang diterbitkan pemerintah Indonesia untuk membiayai kebutuhan anggaran.
Pelonggaran Moneter (Monetary Easing) Kebijakan menurunkan suku bunga atau meningkatkan likuiditas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Portofolio Rebalancing Penyesuaian komposisi investasi akibat perubahan kondisi pasar atau suku bunga.
Reksa Dana Pasar Uang Instrumen investasi yang menempatkan dana pada deposito dan obligasi jangka pendek dengan risiko relatif rendah.
Reksa Dana Pendapatan Tetap Reksa dana yang mayoritas investasinya pada obligasi, termasuk SBN.
Reksa Dana Saham Reksa dana yang sebagian besar portofolionya diinvestasikan pada saham, cocok untuk jangka menengah–panjang.
Risk Premium (Premi Risiko) Tambahan imbal hasil yang diminta investor untuk mengompensasi risiko investasi.
Spread Yield Selisih imbal hasil antara dua obligasi, misalnya antara SBN Indonesia dan US Treasury.
Supply Chain (Rantai Pasok) Jaringan produksi dan distribusi global suatu produk, termasuk komponen teknologi dan semikonduktor.
Taiwan dalam Perdagangan AS Pergeseran dominasi ekspor dari China ke Taiwan di pasar AS, terutama di sektor semikonduktor, berdasarkan data dari U.S. Bureau of Economic Analysis.
Tarif Impor 19% Kesepakatan perdagangan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang menetapkan tarif impor sebesar 19%, berpotensi memengaruhi arus perdagangan bilateral.
Volatilitas Tingkat fluktuasi harga aset dalam periode tertentu. Semakin tinggi volatilitas, semakin besar pergerakan harga.






