Masa depan tidak pernah pasti, dan kondisi ekonomi global maupun domestik terus berubah. Sepanjang 2025, inflasi dan suku bunga di Indonesia cenderung turun. Berdasarkan data dari Bank Indonesia, inflasi sempat mengalami deflasi di bulan Februari 2025 sebesar -0,09% lalu naik hingga 2,37% pada Juli 2025, sementara suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) mengalami pemangkasan dari 5,75% di awal tahun 15 Januari 2025 menjadi 5% pada 20 Agustus 2025. Perubahan ini membuat banyak orang merasa cemas dengan ketidakpastian ekonomi yang akan mempengaruhi keuangan mereka.
Di tengah tekanan gaya hidup dan beban keuangan, banyak yang bekerja keras, namun lupa memeriksa kesehatan keuangan mereka sendiri. Upah sudah diterima, cicilan dibayar, kebutuhan terpenuhi, tapi tiba-tiba uang habis begitu saja. Sama seperti tubuh yang bisa sakit dan memerlukan medical check up, kondisi keuangan juga bisa “sakit” meski memiliki penghasilan tetap.
Maka dari itu, penting sekali untuk selalu melakukan pemeriksaan keuangan atau financial check up, agar rencana keuanganmu tetap berjalan tanpa terganggu.
Lalu, apa itu financial check up? Mari bahas selengkapnya pada artikel berikut ini!
Apa Itu Financial Check Up?
Dilansir dari laman artikel DJKN Kementerian Keuangan, financial check up adalah upaya pemeriksaan atau pengecekan kondisi keuangan untuk jangka waktu tertentu. Biasanya, upaya pengecekan ini ditujukan untuk mengulas kondisi keuangan dalam kurun waktu 12 bulan terakhir dan meihat apakah masih berada di jalur yang tepat dalam pengelolaan keuangan.
Dengan kata lain, financial check up adalah cara untuk mengetahui apakah keuanganmu sehat, cukup sehat, atau justru perlu segera dievaluasi.
Manfaat Financial Check Up
Mengetahui kondisi keuangan secara pasti
Tanpa perhitungan, kamu hanya menebak apakah kondisi keuangan kamu sehat atau tidak. Namun, jika kamu memeriksa keuangan kamu, kamu bisa melihat kondisi keuangan kamu lebih jelas. Seperti, berapa aset yang kamu miliki, seberapa besar utang dan apakah pengeluaran kamu seimbang dengan pemasukan yang kamu dapart
Mengontrol pengeluaran
Financial check up bisa mengungkap semua pengeluaran yang tidak perlu. Dari sini, kamu bisa mengurangi pengeluaran, membatasi gaya hidup konsumtif, dan mengalokasikan pemasukan kamu ke hal yang lebih bermanfaat.
Menyiapkan investasi untuk masa depan
Dengan memeriksa keuangan kamu, kamu bisa tahu berapa dana yang bisa kamu sisihkan untuk menyiapkan dana darurat, pensiun, tabungan pendidikan, dan tujuan keuangan lainnya.
Membantu mengambil keputusan yang tepat
Dengan data lengkap tentang keuanganmu, keputusan keuangan jadi lebih rasional. Misalnya, apakah sekarang saat yang tepat untuk membeli rumah, menambah cicilan kendaraan, atau justru memperbanyak portofolio investasi.
Bagaimana Cara Melakukan Financial Check Up?
1. Tentukan Tujuan Keuangan
- Jangka pendek (dalam setahun): membangun dana darurat, melunasi utang-utang kecil, menabung untuk liburan atau melakukan perbaikan perbaikan kecil di rumah.
- Jangka menengah (satu hingga lima tahun): menabung untuk uang muka rumah atau kendaraan, membeli mobil, mendanai pendidikan, atau memulai bisnis.
- Jangka panjang (lebih dari lima tahun): perencanaan pensiun, melunasi Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), mendanai pendidikan tinggi anak-anak, atau mencapai keamanan keuangan.
2. Meninjau Anggaran
- Cek pemasukan dan pengeluaran
Mulailah dengan mencatat seluruh sumber pendapatan, baik yang rutin maupun tambahan, lalu rangkum semuanya dalam satu catatan untuk dibandingkan dengan pengeluaran.
- Cek jumlah utang dan tanggungan
Hitung berapa besar utang atau kewajiban yang masih dimiliki. Pantau perkembangan pembayarannya secara rutin dan utamakan pelunasan, terutama pada utang berbunga, agar tidak semakin membebani keuangan.
- Cek aset dan investasi yang dimiliki
Tinjau kembali aset yang kamu miliki, seperti tabungan, kendaraan, atau properti. Lalu, kamu perlu mengevaluasi hasil investasi yang telah kamu lakukan. Hal ini bertujuan untuk memastikan tetap tumbuh dan tidak menimbulkan kerugian.
- Cek penggunaan asuransi
Jika kamu sudah punya asuransi, pastikan asuransi tersebut sudah cukup melindungi. Baik untuk kesehatan, jiwa, maupun asuransi untuk aset, sehingga mampu memitigasi risiko yang mungkin akan terjadi dan menjaga kestabilan keuangan.
3. Siapkan Ketersediaan Dana Darurat
Dana darurat menjadi “penyelamat” keuangan ketika terjadi hal tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan, atau kebutuhan mendesak lainnya. Idealnya, jumlah dana darurat berkisar antara 6-12 kali pengeluaran.

4. Evaluasi dan Buat Anggaran
Setelah semua aspek keuangan diperiksa, langkah selanjutnya adalah mengevaluasi hasilnya. Jika ada rasio yang tidak sehat, segera sesuaikan kembali anggaran bulanan kamu. Misalnya, kamu bisa mengurangi pengeluaran konsumtif, seperti jajan dan nongkrong, mengurangi utang baik besar maupun kecil, memperbesar porsi tabungan, atau menambah alokasi investasi.
Financial Check Up Lebih Praktis dengan Ayovest
Nah, supaya lebih mudah, kamu bisa melakukan semua langkah di atas langsung lewat fitur Financial Check Up di Ayovest.
Kamu cukup masukkan data-data yang dibutuhkan:
- Aset: total nilai semua aset yang kamu miliki saat ini, seperti tabungan, investasi, properti, dan kendaraan.
- Kewajiban: total pengeluaran tetap yang harus kamu bayarkan secara periodik, seperti cicilan, sewa, tagihan.
- Pendapatan: total uang yang kamu terima setiap bulan, termasuk gaji, bonus, keuntungan bisnis.
- Pengeluaran: total uang yang kamu habiskan setiap bulan, termasuk biaya kebutuhan sehari-hari, tagihan, cicilan, dan pengeluaran lainnya.
Setelah mengisi data tersebut, Ayovest akan otomatis menghitung dan menganalisa apakah kondisi keuanganmu sehat, cukup sehat, atau perlu diperbaiki. Agar lebih jelas, berikut tabel indikator kesehatan keuangannya:

Jika hasil dari financial check up kamu menunjukkan bahwa:
- Rasio investasi rendah (<10%),
- Rasio utang tinggi (mendekati atau melebihi 50% dari aset),
- Dana darurat belum terpenuhi (kurang dari 6 bulan pengeluaran)
Maka dapat dikatakan kondisi keuanganmu tidak sehat dan perlu segera diperbaiki. Sebaliknya, jika hasilnya sesuai dengan indikator sehat, artinya kondisi keuanganmu stabil dan lebih siap menghadapi masa depan.
Investasi Sehat Dimulai dari Financial Check Up di Ayovest
Masa depan memang tidaklah pasti, tapi kamu bisa mempersiapkan diri dengan memastikan keuangan tetap sehat. Financial Check Up adalah kunci untuk menjaga rencana keuangan kamu agar tetap pada jalurnya.
Dengan fitur Financial Check Up di Ayovest, kamu bisa memeriksa kondisi keuangan secara otomatis dan praktis, sekaligus memperbaikinya dengan investasi yang terencana.
Download Ayovest sekarang, lakukan financial check up lebih mudah, dan wujudkan tujuan keuanganmu tanpa khawatir kondisi ekonomi yang berubah-ubah!
DISCLAIMER: INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. SEBELUM MEMUTUSKAN BERINVESTASI, CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS. KINERJA MASA LALU TIDAK MENJAMIN/ MENCERMINKAN INDIKASI KINERJA DI MASA YANG AKAN DATANG.
Reksa dana merupakan produk Pasar Modal dan bukan produk yang diterbitkan oleh Agen Penjual Efek Reksa Dana. PT Generasi Paham Investasi selaku Agen Penjual Efek Reksa Dana tidak bertanggung jawab atas tuntutan dan risiko pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Investor wajib membaca dan memahami Laporan Kinerja Reksa Dana (Fund Fact Sheet) dan Prospektus dari produk yang diterbitkan oleh Manajer Investasi untuk kebutuhan informasi dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran atau rekomendasi untuk membeli atau permintaan untuk menjual. Kinerja masa lalu tidak serta merta menjadi petunjuk untuk kinerja di masa mendatang, dan bukan juga merupakan perkiraan yang dibuat untuk memberikan indikasi mengenai kinerja atau kecenderungannya di masa mendatang.