BI Rate Naik di Luar Jadwal, Sinyal Kuat Menjaga Kepercayaan Pasar

Waktu baca: 5 menit


Key Takeaways:

Global Sentiment

Domestic Sentiment

Capital Market & Performance Mutual Fund

Ayovest’s Wrap

DISCLAIMER: INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. SEBELUM MEMUTUSKAN BERINVESTASI, CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS. KINERJA MASA LALU TIDAK MENJAMIN/ MENCERMINKAN INDIKASI KINERJA DI MASA YANG AKAN DATANG.

Reksa dana merupakan produk Pasar Modal dan bukan produk yang diterbitkan oleh Agen Penjual Efek Reksa Dana. PT Generasi Paham Investasi selaku Agen Penjual Efek Reksa Dana tidak bertanggung jawab atas tuntutan dan risiko pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Investor wajib membaca dan memahami Laporan Kinerja Reksa Dana (Fund Fact Sheet) dan Prospektus dari produk yang diterbitkan oleh Manajer Investasi untuk kebutuhan informasi dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran atau rekomendasi untuk membeli atau permintaan untuk menjual. Kinerja masa lalu tidak serta merta menjadi petunjuk untuk kinerja di masa mendatang, dan bukan juga merupakan perkiraan yang dibuat untuk memberikan indikasi mengenai kinerja atau kecenderungannya di masa mendatang.

Glosarium

BI-Rate: Suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebagai instrumen utama kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas inflasi, nilai tukar Rupiah, dan pertumbuhan ekonomi.

Basis Point (bps): Satuan yang digunakan untuk mengukur perubahan suku bunga atau imbal hasil. Sebanyak 100 basis poin setara dengan 1%. Kenaikan 25 bps berarti kenaikan sebesar 0,25%.

Rupiah: Mata uang resmi Indonesia yang nilainya dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi ekonomi, arus modal asing, kebijakan moneter, dan sentimen pasar global. Inflasi: Kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam suatu periode tertentu yang menyebabkan daya beli masyarakat menurun.

ECB (European Central Bank): Bank sentral kawasan Euro yang bertugas menjaga stabilitas harga dan mengatur kebijakan moneter di negara-negara pengguna mata uang Euro.

Federal Reserve (The Fed): Bank sentral Amerika Serikat yang bertanggung jawab mengatur kebijakan suku bunga dan menjaga stabilitas ekonomi AS.

FOMC (Federal Open Market Committee): Komite di Federal Reserve yang bertugas menentukan arah kebijakan moneter dan tingkat suku bunga acuan Amerika Serikat.

Yield US Treasury: Tingkat imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat yang sering dijadikan acuan kondisi pasar keuangan global dan ekspektasi suku bunga.

Higher for Longer: Istilah yang menggambarkan kondisi ketika suku bunga diperkirakan akan tetap berada pada level tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama dibanding ekspektasi sebelumnya.

IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan): Indeks yang mengukur kinerja seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dan menjadi indikator utama pergerakan pasar saham Indonesia.

Net Sell Asing: Kondisi ketika nilai penjualan saham oleh investor asing lebih besar dibandingkan nilai pembeliannya dalam periode tertentu.

Cadangan Devisa: Aset valuta asing yang dimiliki Bank Indonesia dan digunakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, memenuhi kewajiban internasional, serta mendukung ketahanan ekonomi nasional.

Intervensi Valuta Asing: Langkah yang dilakukan Bank Indonesia melalui transaksi di pasar valuta asing untuk membantu menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK): Indikator yang mengukur tingkat optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan prospek ekonomi di masa mendatang. Nilai di atas 100 menunjukkan konsumen berada dalam kondisi optimis.

Reksa Dana Pasar Uang: Produk investasi yang menempatkan dana pada instrumen pasar uang seperti deposito dan surat utang jangka pendek dengan risiko relatif rendah.

Reksa Dana Pendapatan Tetap: Produk investasi yang sebagian besar dananya ditempatkan pada instrumen obligasi atau surat utang sehingga berpotensi memberikan pendapatan yang lebih stabil dibanding reksa dana saham.

Reksa Dana Saham: Produk investasi yang mayoritas dananya ditempatkan pada saham sehingga memiliki potensi imbal hasil yang lebih tinggi, namun juga disertai risiko dan volatilitas yang lebih besar.

Diversifikasi: Strategi investasi dengan menyebarkan dana ke berbagai instrumen atau aset untuk membantu mengurangi risiko investasi.

Safe Haven Asset: Aset yang cenderung dicari investor saat terjadi ketidakpastian pasar karena dianggap lebih aman, seperti Dolar AS, emas, atau obligasi pemerintah negara maju.

Penulis: Cendry Sudirman

Produk Eksklusif
Harga/Unit
1 Bulan

Simas Danamas Saham
1.942,06

8.18%

Pacific Balance Syariah
1.462,55

7.13%

Majoris Saham Syariah Indonesia
749,48

5.7%

Trimegah Balanced Absolute Strategy Low Volatility
1.168,69

6.33%

Social media

Related Articles

Investasi Sekarang Download ×