Di tengah kondisi ekonomi dan pasar yang masih dinamis, Bank Indonesia kembali mempertahankan BI Rate di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur 18–19 Agustus 2026. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
Pada kondisi seperti ini, instrumen investasi dengan tingkat imbalan tetap dapat menjadi salah satu pilihan yang dapat dipelajari investor untuk menyesuaikan portofolio dengan tujuan keuangannya.
Bertepatan dengan momentum tersebut, Pemerintah Indonesia kembali menawarkan Sukuk Ritel seri SR025 yang memiliki imbalan bersifat tetap atau fixed rate hingga jatuh tempo. SR025 hadir dalam dua pilihan tenor, yaitu SR025-T3 dengan imbalan 6,80% per tahun dan SR025-T5 dengan imbalan 6,90% per tahun.
Lalu, apa itu Sukuk Ritel SR025 dan bagaimana karakteristik, keuntungan, serta risiko yang perlu dipahami sebelum berinvestasi?
Apa Itu Sukuk Ritel SR025?
SR025 merupakan seri terbaru Sukuk Ritel, yang menjadi bagian dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau SBN Syariah yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia. Sukuk Ritel adalah produk investasi berbasis prinsip syariah yang diterbitkan pemerintah dan ditawarkan khusus kepada individu Warga Negara Indonesia (WNI).
Penerbitan Sukuk Ritel menjadi salah satu sumber pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk untuk mendukung pembiayaan pembangunan berbagai proyek di Indonesia.
Sukuk Ritel dikelola berdasarkan prinsip syariah dan penerbitannya telah memperoleh pernyataan kesesuaian syariah dari Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Pada penerbitan kali ini, pemerintah menawarkan SR025 dalam dua pilihan tenor yang dapat disesuaikan dengan jangka waktu investasi masing-masing investor.
Bagaimana Karakteristik SR025?
| SR025-T3 | SR025-T5 |
| Pembelian Rp1 Jt – Rp5 Miliar | Pembelian Rp1 Jt – Rp10 Miliar |
| Tenor 3 Tahun | Tenor 5 Tahun |
| Imbalan 6,80% | Imbalan 6,90%% |
| Jatuh Tempo 10 September 2029 | Jatuh Tempo 10 September 2031 |
| Imbalan tetap (fixed rate) hingga jatuh tempo, stabil di tengah ekonomi yang bergerak naik-turun. | |
| Imbalan/kupon dibayarkan setiap tanggal 10.Jika tanggal 10 jatuh pada hari non-kerja, maka pembayaran dilakukan di hari kerja berikutnya tanpa kompensasi. Hari kerja mengacu pada operasional sistem pembayaran bank Indonesia. | |
Keuntungan Invetasi SR025
Minimum Pembelian Mulai dari Rp1 Juta
SR025 dapat dipesan mulai dari Rp1 juta. Batas maksimum pemesanan ditetapkan sebesar Rp5 miliar untuk SR025-T3 dan Rp10 miliar untuk SR025-T5. Dengan minimum pembelian tersebut, investor dapat menyesuaikan jumlah investasi dengan kemampuan finansial dan tujuan keuangannya masing-masing.
Tingkat Imbalan Kompetitif
Pada saat diterbitkan, tingkat imbalan atau kupon Sukuk Ritel SR025 ditetapkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat bunga deposito bank BUMN. SR025-T3 memberikan imbalan sebesar 6,80% per tahun, sedangkan SR025-T5 memberikan imbalan sebesar 6,90% per tahun.
Namun, investor tetap perlu membandingkan karakteristik setiap instrumen secara menyeluruh karena deposito dan Sukuk Ritel memiliki jangka waktu, likuiditas, risiko, dan ketentuan yang berbeda.
Imbalan Tetap (fixed rate) hingga Jatuh Tempo
SR025 menggunakan skema imbalan fixed rate atau tingkat imbalan tetap. Dengan demikian, tingkat imbalan yang telah ditetapkan pada awal penerbitan tidak berubah hingga jatuh tempo meskipun kondisi ekonomi maupun tingkat suku bunga mengalami perubahan.
Imbalan dan Nilai Nominal SR025 Dijamin Pemerintah
Pembayaran imbalan dan nilai nominal Sukuk Negara Ritel seri SR025 merupakan kewajiban Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai Surat Berharga Syariah Negara.
Karakteristik tersebut membuat risiko gagal bayar SR025 relatif sangat rendah dibandingkan instrumen yang diterbitkan oleh pihak swasta.
Imbalan Dibayar Setiap Bulan
Selain bersifat tetap, imbalan SR025 dibayarkan secara rutin setiap bulan pada tanggal 10. Pembayaran secara berkala ini memberikan investor arus imbalan bulanan selama periode kepemilikan hingga jatuh tempo.
Sesuai dengan Prinsip Syariah
Sebagai bagian dari SBN Syariah, penerbitan SR025 telah disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah dan memperoleh pernyataan kesesuaian syariah dari Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).
Dengan demikian, mekanisme Sukuk Ritel tidak menggunakan skema bunga dan dapat menjadi salah satu instrumen yang dapat dipelajari oleh investor yang mencari produk investasi berbasis prinsip syariah.
Risiko Investasi SR025
Risiko Gagal Bayar
Risiko ini terjadi ketika penerbit tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran. Pada SR025, risikonya relatif sangat rendah karena pembayaran imbalan dan nilai nominal menjadi kewajiban Pemerintah Republik Indonesia.
Risiko Pasar
Harga SR025 di pasar sekunder dapat berubah. Investor berpotensi mengalami kerugian jika menjualnya sebelum jatuh tempo pada harga lebih rendah dari harga beli. Sebaliknya, investor juga berpeluang memperoleh capital gain jika harga jual lebih tinggi.
Jika SR025 disimpan hingga jatuh tempo, perubahan harga pasar tidak memengaruhi nilai nominal yang dibayarkan pemerintah.
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas terjadi ketika investor kesulitan menjual SR025 dengan cepat atau pada harga yang diinginkan. SR025 dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah periode minimum kepemilikan, tetapi harga dan kecepatan transaksi bergantung pada kondisi pasar.
Simulasi SR025

Investasi Sukuk Ritel SR025 melalui Ayovest
Dengan pilihan tenor 3 dan 5 tahun serta imbalan tetap masing-masing 6,80% dan 6,90% per tahun, SR025 dapat menjadi salah satu alternatif instrumen investasi syariah yang dapat dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan dan jangka waktu investasi.
Sebelum melakukan pembelian, investor tetap perlu memahami karakteristik produk, periode investasi, serta risiko yang dapat timbul apabila SR025 dijual di pasar sekunder sebelum jatuh tempo.
Sukuk Ritel SR025 dapat dipesan selama masa penawaran 21 Agustus–16 September 2026 melalui Ayovest. Pastikan kamu telah memahami Memorandum Informasi dan menyesuaikan pilihan seri SR025 dengan tujuan keuanganmu.
DISCLAIMER: INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. SEBELUM MEMUTUSKAN BERINVESTASI, CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS. KINERJA MASA LALU TIDAK MENJAMIN/ MENCERMINKAN INDIKASI KINERJA DI MASA YANG AKAN DATANG.
Reksa dana merupakan produk Pasar Modal dan bukan produk yang diterbitkan oleh Agen Penjual Efek Reksa Dana. PT Generasi Paham Investasi selaku Agen Penjual Efek Reksa Dana tidak bertanggung jawab atas tuntutan dan risiko pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Investor wajib membaca dan memahami Fund Fact Sheet dan Prospektus dari produk yang diterbitkan oleh Manajer Investasi untuk kebutuhan informasi dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran atau rekomendasi untuk membeli atau permintaan untuk menjual. Kinerja masa lalu tidak serta merta menjadi petunjuk untuk kinerja di masa mendatang, dan bukan juga merupakan perkiraan yang dibuat untuk memberikan indikasi mengenai kinerja atau kecenderungannya di masa mendatang.
Glosarium:
maysir (judi) Setiap kegiatan yang melibatkan perjudian dimana pihak yang memenangkan perjudian akan mengambil taruhannya dan pihak yang kalah akan kehilangan taruhannya.
gharar (ketidakjelasan) Ketidakjelasan akad yang mengakibatkan kerugian satu di antara kedua belah pihak yang melakukan transaksi.
riba (usury) tambahan tanpa imbalan yang terjadi karena penangguhan dalam pembayaran yang diperjanjikan sebelumnya.
Ijarah Asset To Be Leased (Ijarah al Maujudat al-Mau’ud Bisti’jariha) adalah akad ijarah yang obyek ijarahnya sudah ditentukan spesifikasinya, dan sebagian obyek ijarah sudah ada pada saat akad dilakukan, tetapi penyerahan keseluruhan obyek ijarah dilakukan pada masa yang akan datang sesuai kesepakatan.
Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Ijarah Asset To Be Leased adalah surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, sebagai bukti kepemilikan atas bagian dari Asset SBSN yang menjadi obyek ijarah, baik yang sudah ada maupun akan ada.
Penulis: Aura Reva Alegra H
Editor: Cendry Sudirman (bersertifikasi WMI)









