Pelemahan rupiah tembus hingga Rp18.000 per dolar AS dan kenaikan BI Rate menjadi 5,75% tidak hanya berdampak pada pasar keuangan, tetapi juga mulai terasa pada harga kebutuhan sehari-hari, biaya transportasi, hingga daya beli masyarakat.
Dalam kondisi ini, tantangan investor bukan sekadar mengejar imbal hasil, tetapi memahami apakah tekanan pasar hanya bersifat sementara atau menjadi sinyal untuk menyesuaikan strategi investasi pada portofolio investor.
Melalui AYOCAST EPS.02: Rupiah 18 Ribu & BI Rate 5,75%: Saatnya Panik? Investor Harus Apa? , Ayovest bersama Insight Investment Management mengajak kamu melihat bagaimana ketidakpastian global dan tekanan pada emerging market dapat berdampak pada rupiah, BI Rate, hingga portofolio investasi.
Bergerak dari keresahan sehari-hari, faktor di balik pelemahan rupiah, respons Bank Indonesia, hingga sudut pandang Manajer Investasi dalam menghadapi volatilitas pasar.

Saksikan AYOCAST EPS.02: Rupiah18 Ribu & BI Rate 5,75%: Saatnya Panik? Investor Harus Apa?
Narasumber:
Fisila Aflanindya — Distribution and Business Alliances, Insight Investment Management
Moderator:
Cendry Sudirman — Head Digital Marketing, Ayovest
DISCLAIMER: INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. SEBELUM MEMUTUSKAN BERINVESTASI, CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS. KINERJA MASA LALU TIDAK MENJAMIN/ MENCERMINKAN INDIKASI KINERJA DI MASA YANG AKAN DATANG.
Reksa dana merupakan produk Pasar Modal dan bukan produk yang diterbitkan oleh Agen Penjual Efek Reksa Dana. PT Generasi Paham Investasi selaku Agen Penjual Efek Reksa Dana tidak bertanggung jawab atas tuntutan dan risiko pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Investor wajib membaca dan memahami Laporan Kinerja Reksa Dana (Fund Fact Sheet) dan Prospektus dari produk yang diterbitkan oleh Manajer Investasi untuk kebutuhan informasi dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran atau rekomendasi untuk membeli atau permintaan untuk menjual. Kinerja masa lalu tidak serta merta menjadi petunjuk untuk kinerja di masa mendatang, dan bukan juga merupakan perkiraan yang dibuat untuk memberikan indikasi mengenai kinerja atau kecenderungannya di masa mendatang.
Penulis: Rifa Hanum Anindiarti
Editor: Cendry Sudirman (berlisensi Wakil Manajer Investasi (WMI))









