Key Takeaways
Global
- US Treasury 10Y naik ke 4,23%, seiring produksi industri AS tumbuh +0,4% MoM dan klaim pengangguran turun ke 198 ribu, menegaskan ekonomi AS masih solid.
- Yield obligasi Eropa bergerak variatif dan terbatas, mencerminkan keseimbangan antara stimulus fiskal dan risiko pertumbuhan jangka menengah.
- Asia tetap cautious: BOJ (Bank Of Japan) memantau dampak pelemahan yen terhadap inflasi, sementara Bank of Korea bergeser ke stance netral.
Domestik
- Yield SUN 10Y naik ke ±6,29%, sejalan dengan pelemahan Rupiah ke Rp16.887/USD dan penguatan dolar AS global.
- Investor asing mencatat net buy SBN Rp5,4 triliun dalam 9 hari perdagangan pertama 2026, menandakan daya tarik yield Indonesia tetap kuat.
- Lelang Sukuk Negara mencatat incoming bid Rp55,26 triliun, jauh di atas rata-rata lelang 2025.
- IHSG naik 1,68% WoW ke level 9.075, didukung sektor perbankan, tekstil, serta kenaikan harga energi dan emas.
Sentimen Global: Antara Ketahanan Ekonomi dan Risiko Politik
Pasar global memasuki pekan pertengahan Januari dengan dinamika yang tidak sederhana. Di Amerika Serikat, yield US Treasury meningkat di seluruh tenor, dengan yield tenor 10 tahun naik ke kisaran 4,23%. Kenaikan ini mencerminkan respons pasar terhadap data ekonomi AS yang masih solid, seperti produksi industri yang tumbuh 0,4% MoM dan klaim pengangguran yang turun ke 198 ribu, menegaskan ketahanan pasar tenaga kerja.
Namun, di balik data yang kuat, pasar juga dihadapkan pada ketidakpastian politik menyusul munculnya isu penyelidikan terhadap Ketua The Fed- Bank Sentral Amerika Serikat, Jerome Powell. Meski pasar menilai isu ini lebih sebagai tekanan politik ketimbang ancaman nyata terhadap independensi bank sentral, ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada 2026 tetap terkoreksi menjadi lebih terbatas.
Di Eropa, pergerakan yield obligasi pemerintah relatif variatif dan terbatas, mencerminkan keseimbangan antara dorongan fiskal dan kekhawatiran pertumbuhan jangka menengah. Sementara di Asia, sikap bank sentral cenderung berhati-hati: Bank of Japan semakin mencermati dampak pelemahan yen terhadap inflasi yang akan diumumkan pada pekan depan, sedangkan Bank of Korea bergeser ke sikap kebijakan yang lebih netral.
Sentimen Domestik: Yield Naik, Tapi Kepercayaan Tetap Terjaga
Di dalam negeri, pasar obligasi Rupiah melanjutkan pelemahan terbatas, dengan yield SUN tenor 10 tahun naik ke sekitar 6,29%. Tekanan ini terutama dipengaruhi oleh pelemahan Rupiah ke kisaran Rp16.887/USD, sejalan dengan penguatan dolar AS secara global dan penyesuaian risiko pasar.
Meski demikian, sinyal fundamental pasar tetap konstruktif. Investor asing mencatat net buy SBN sebesar Rp5,4 triliun dalam sembilan hari perdagangan pertama tahun 2026, menegaskan bahwa imbal hasil Indonesia masih kompetitif di tengah volatilitas global.
Lelang Sukuk Negara pertama di 2026 juga mencatat permintaan kuat, dengan incoming bid mencapai Rp55,26 triliun, jauh di atas rata-rata 2025.
Di pasar saham, IHSG menguat 1,68% sepanjang pekan dan ditutup di level 9.075, didukung oleh sektor perbankan, tekstil, serta sentimen positif dari kenaikan harga komoditas energi dan emas.
Capital & Fund Performance:


Ayovest’s Wrap
Periode 12–15 Januari 2026 menegaskan satu pesan utama: volatilitas masih menjadi bagian dari lanskap pasar, namun fondasi pasar domestik Indonesia relatif terjaga. Kenaikan yield obligasi lebih mencerminkan penyesuaian terhadap dinamika global, bukan perubahan arah fundamental.
Bagi investor pendapatan tetap, kenaikan yield justru membuka peluang akumulasi bertahap pada instrumen obligasi dengan durasi menengah, terutama di tengah likuiditas pasar yang membaik dan dukungan investor institusi. Sementara itu, bagi investor pasar saham, penguatan IHSG yang didukung sektor-sektor berbasis fundamental menunjukkan bahwa selektivitas tetap menjadi kunci.
Ayovest melihat bahwa awal 2026 ditandai oleh fase transisi kebijakan global di mana ekspektasi pelonggaran moneter masih ada, namun waktunya semakin selektif dan berbasis data. Dalam konteks ini, strategi investasi yang adaptif, terdiversifikasi, dan berorientasi jangka menengah menjadi semakin relevan.
Dengan stabilitas makro domestik yang relatif terjaga, dukungan likuiditas pasar, serta daya tarik imbal hasil yang kompetitif, Indonesia tetap berada pada posisi yang solid untuk menghadapi dinamika global yang menantang.
DISCLAIMER: INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. SEBELUM MEMUTUSKAN BERINVESTASI, CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS. KINERJA MASA LALU TIDAK MENJAMIN/ MENCERMINKAN INDIKASI KINERJA DI MASA YANG AKAN DATANG.
Reksa dana merupakan produk Pasar Modal dan bukan produk yang diterbitkan oleh Agen Penjual Efek Reksa Dana. PT Generasi Paham Investasi selaku Agen Penjual Efek Reksa Dana tidak bertanggung jawab atas tuntutan dan risiko pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Investor wajib membaca dan memahami Laporan Kinerja Reksa Dana (Fund Fact Sheet) dan Prospektus dari produk yang diterbitkan oleh Manajer Investasi untuk kebutuhan informasi dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran atau rekomendasi untuk membeli atau permintaan untuk menjual. Kinerja masa lalu tidak serta merta menjadi petunjuk untuk kinerja di masa mendatang, dan bukan juga merupakan perkiraan yang dibuat untuk memberikan indikasi mengenai kinerja atau kecenderungannya di masa mendatang
Glosarium:
US Treasury 10Y Obligasi pemerintah Amerika Serikat dengan tenor 10 tahun yang menjadi acuan utama suku bunga global dan indikator persepsi risiko serta ekspektasi inflasi.
Yield Obligasi Imbal hasil yang diterima investor dari obligasi. Yield bergerak berlawanan arah dengan harga obligasi dan mencerminkan ekspektasi suku bunga, inflasi, serta risiko.
Produksi Industri (Industrial Production) Indikator ekonomi yang mengukur output sektor manufaktur, pertambangan, dan utilitas. Pertumbuhan positif menandakan aktivitas ekonomi yang solid.
MoM (Month-on-Month) Perbandingan data ekonomi dari satu bulan ke bulan sebelumnya untuk melihat dinamika jangka pendek.
Klaim Pengangguran (Jobless Claims) Jumlah klaim tunjangan pengangguran mingguan di AS. Angka yang rendah mencerminkan pasar tenaga kerja yang kuat.
The Fed (Federal Reserve) Bank sentral Amerika Serikat yang bertugas menjaga stabilitas harga dan lapangan kerja melalui kebijakan moneter.
Independensi Bank Sentral Kemampuan bank sentral dalam menetapkan kebijakan moneter tanpa intervensi politik, yang penting untuk menjaga kredibilitas kebijakan.
Stimulus Fiskal Kebijakan pemerintah melalui belanja atau insentif pajak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
BOJ (Bank of Japan) Bank sentral Jepang yang fokus pada stabilitas harga dan pertumbuhan, dengan perhatian khusus pada nilai tukar yen dan inflasi impor.
Pelemahan Yen Penurunan nilai yen terhadap mata uang lain yang dapat meningkatkan inflasi melalui kenaikan harga impor.
Bank of Korea (BOK) Bank sentral Korea Selatan yang mengelola kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas harga dan sistem keuangan.
Stance Netral Posisi kebijakan moneter yang tidak condong ke pelonggaran (dovish) maupun pengetatan (hawkish).
SUN (Surat Utang Negara) Obligasi pemerintah Indonesia berdenominasi Rupiah yang menjadi acuan pasar obligasi domestik.
SUN 10Y SUN dengan tenor 10 tahun yang sering digunakan sebagai benchmark imbal hasil jangka menengah–panjang.
Rupiah (IDR) Mata uang resmi Indonesia. Pelemahan Rupiah sering berkorelasi dengan penguatan dolar AS dan volatilitas global.
SBN (Surat Berharga Negara) Instrumen utang pemerintah Indonesia yang mencakup SUN dan Sukuk Negara.
Net Buy Asing Selisih pembelian bersih investor asing di pasar keuangan domestik, mencerminkan kepercayaan investor global.
Sukuk Negara Surat berharga syariah yang diterbitkan pemerintah Indonesia sesuai prinsip syariah, dengan underlying asset dan skema bagi hasil.
Incoming Bid Total nilai penawaran masuk pada lelang obligasi atau sukuk, mencerminkan tingkat permintaan investor.
IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) Indeks utama Bursa Efek Indonesia yang merepresentasikan kinerja pasar saham secara keseluruhan.
WoW (Week-on-Week) Perbandingan kinerja pasar dari satu minggu ke minggu sebelumnya.
Likuiditas Pasar Tingkat kemudahan transaksi aset tanpa menyebabkan perubahan harga yang signifikan.






