Sepanjang tahun 2025 dipenuhi oleh kondisi ekonomi yang terus memberikan ketidakpastian, baik dari sisi global maupun domestik. Sehingga, membuat banyak investor perlu beradaptasi menghadapi perubahan-perubahan ekonomi yang bergerak cepat.
Menutup tahun dalam kondisi seperti ini, Ayovest menghadirkanYear-End Series 2025, yang merupakan sebuah rangkaian sesi live dan tidak hanya membahas apa yang terjadi di pasar, tetapi juga bagaimana seharusnya kita mengambil langkah investasi. Mulai dari rencana liburan akhir tahun dengan reksa dana, tantangan UMKM di era digital, hingga strategi investasi yang lebih tenang menuju tahun baru 2026.
Ketiga sesi live ini menekankan satu pesan utama bagi investor: kondisi keuangan yang sehat selalu berawal dari perencanaan keuangan yang matang serta pengambilan keputusan finansial yang selaras dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing. Berikut rangkuman poin-poin penting yang telah Ayovest siapkan dari Year-End Series 2025.
Merencanakan Dana Liburan Tanpa Mengganggu Arus Kas
Dalam diskusi bersama Shinoken Asset Management pada acara Live Streaming “Year-End Series: Solusi Cerdas Wujudkan Liburan Dengan Reksa Dana“, membahas penyebab utama pengeluaran liburan yang sering menjadi pemicu beban keuangan di awal tahun berikutnya (holiday financial distress). Kondisi ini dapat terjadi akibat pengeluaran liburan yang tidak direncanakan dengan matang. Banyak orang terdorong oleh pola spending for happiness replacement atau mengganti rasa lelah setelah bekerja keras dengan belanja atau liburan, serta FOMO (Fear of Missing Out) akibat tren di media sosial. Tanpa perencanaan yang jelas, perilaku ini pada akhirnya mengganggu arus kas.
Untuk mengatasi masalah tersebut, kamu perlu melakukan perencanaan liburan secara lebih terstruktur. Prinsip utama yang perlu kamu tekankan adalah mengalokasikan dana di awal atau early allocation, bukan dari sisa penghasilan. Selain itu, dana liburan juga perlu dipisahkan dari dana darurat dan kebutuhan lain agar tidak saling tercampur.
Konsep holiday envelope budgeting bisa menjadi solusi yang ideal untuk membuat perencanaan keuangan. Konsep ini mengumpulkan dana dalam satu pos khusus yang memang hanya digunakan untuk tujuan tersebut. Pos ini bisa berupa amplop fisik maupun dompet digital terpisah. Dengan cara ini, dana liburan lebih mudah dipantau dan risiko pengeluaran impulsif bisa ditekan.
Melalui fitur portofolio Ayovest, kamu dapat membuat pos dana khusus untuk liburan. Agar lebih konsisten, kamu bisa mengisinya secara bertahap dengan menggunakan fitur SIP (Systematic Investment Plan). Dengan cara ini, dana liburan kamu dapat dikumpulkan secara rutin dan lebih mudah dipantau.
Mengelola Arus Kas dengan Pemisahan Dana dan Buffer Keuangan
Prinsip pemisahan dana juga muncul dalam diskusi Ayovest bersama Easylink dan Recapital Asset Management pada Live Streaming “Start Local, Grow Global: Smarter Micro Business Cashflow with Mutual Funds“. Sesi live ini membahas bahwa banyak UMKM menghadapi tekanan keuangan bukan hanya karena kurangnya omzet, melainkan karena pengelolaan arus kas yang belum terstrukur.
Pengeluaran impulsif, pencampuran dana usaha dan dana pribadi, serta ketiadaan dana cadangan menjadi masalah yang sering terjadi. Akibatnya, bisnis menjadi rentan ketika menghadapi kondisi ekonomi yang tidak stabil.
Melalui diskusi ini, ditekankan bahwa UMKM perlu memandang perencanaan keuangan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan. Selain memisahkan dana usaha dan dana pribadi, pelaku usaha juga perlu menyiapkan dana cadangan agar bisnis tetap berjalan ketika low season. Dana idle yang belum digunakan untuk kebutuhan operasional sebaiknya tidak dibiarkan mengendap tanpa pengelolaan, tetapi ditempatkan di instrumen yang likuid dan berisiko relatif rendah seperti Reksa Dana Pasar Uang (RDPU).
tanpa mengganggu operasional, menggunakan kanal transaksi yang kredibel, serta memanfaatkan instrumen yang tepat untuk dana mengendap menjadi langkah penting agar bisnis tetap sehat dan siap untuk berkembang.
Menyusun Strategi 2026 sesuai Tujuan dan Risiko
Sementara itu, dalam sesi live streaming PNM Investment Management “Year-End Series: Momentum di Tahun 2025: Peluang, Tantangan, dan Kinerja Reksa Dana” diskusi diarahkan pada gambaran besar pasar sepanjang 2025 dan bagaimana investor sebaiknya menyusun strategi menuju 2026. Volatilitas pasar dipandang sebagai bagian dari siklus yang tidak terpisahkan, sehingga keputusan investasi sebaiknya tidak didorong oleh emosi atau reaksi jangka pendek.
Dalam sesi ini juga investor diajak untuk lebih menekankan keseuaian antara tujuan keuangan, horizon atau jangka waktu investasi, dan profil risiko. Evaluasi portofolio secara berkala, serta penggunaan instrumen yang lebih stabil menjadi fondasi agar portofolio tetap sesuai dengan tujuan, meskipun kondisi pasar terus berubah.
Melalui Ayovest Bisnis, pelaku UMKM dapat mengelola dana cadangan usaha dengan lebih terstruktur, memanfaatkan RDPU sebagai tempat parkir dana yang tetap fleksibel dan mudah dicairkan.
Menyambut Awal Tahun dengan Peluang Baru bersama Ayovest
Meski membahas konteks yang berbeda, ketiga diskusi tersebut menegaskan satu hal yang sama yaitu keuangan yang sehat dibangun dari perencanaan yang terstruktur pemisahan dana sesuai tujuan keuangan. Baik pada keuangan pribadi, UMKM, maupun investasi, tantangan utama justru muncul ketika dana dicampur tanpa kejelasan tujuannya.
Dengan struktur keuangan yang jelas, keputusan keuangan dapat diambil dengan lebih tenang dan terukur saat memasuki tahun baru untuk mendukung langkah awal di tahun baru 2026 Ayovest akan kembali menghadirkan rangkaian promo menarik pada 5 Januari 2026 untuk mendukung strategi. Pantau terus informasi terbaru melalui aplikasi Ayovest dan siapkan langkah investasimu sejak awal tahun.
DISCLAIMER: INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. SEBELUM MEMUTUSKAN BERINVESTASI, CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS. KINERJA MASA LALU TIDAK MENJAMIN/ MENCERMINKAN INDIKASI KINERJA DI MASA YANG AKAN DATANG.
Reksa dana merupakan produk Pasar Modal dan bukan produk yang diterbitkan oleh Agen Penjual Efek Reksa Dana. PT Generasi Paham Investasi selaku Agen Penjual Efek Reksa Dana tidak bertanggung jawab atas tuntutan dan risiko pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Investor wajib membaca dan memahami Laporan Kinerja Reksa Dana (Fund Fact Sheet) dan Prospektus dari produk yang diterbitkan oleh Manajer Investasi untuk kebutuhan informasi dan bukan merupakan suatu bentuk penawaran atau rekomendasi untuk membeli atau permintaan untuk menjual. Kinerja masa lalu tidak serta merta menjadi petunjuk untuk kinerja di masa mendatang, dan bukan juga merupakan perkiraan yang dibuat untuk memberikan indikasi mengenai kinerja atau kecenderungannya di masa mendatang.






